Old posts

JDDC untuk Autozone MetroTV

Posted by admin on April 28, 2009 | No comments

Di sela-sela rutinitas kerja kantor JDDC di bilangan Pondok Indah Jakarta Selatan pihak media televisi METRO TV berkesempatan hadir untuk meminta ragam tips ‘Defensive Riding’ dari seorang Jusri Pulubuhu, Founder sekaligus Training Director dari Jakarta Defensive Driving Consulting.

Photobucket

Sadarkah rekan pengendara motor bahwa salah satu aktifitas paling berbahaya dimuka bumi adalah berkendara di atas sepeda motor ? Resikonya melebihi sebuah perang sekalipun dimana pada faktanya ada saja setiap jam nyawa harus tumbang di jalan raya akibat kecelakaan. Bicara Indonesia khususnya kota besar macam Jakarta tentunya fakta seperti ini harus disikapi dengan serius oleh mereka yang memiliki perhatian lebih dalam memberikan kampanye aman berkendara. Pihak media seperti Metro TV juga turut andil memberi peran aktif dalam menyuarakan semangat untuk memilih aman berkendara.

Berkendara tidak sekedar naik ke atas sadel motor lalu memutar gas. Pengendara acap lupa bahwa sebenarnya banyak yang harus diwaspadai saat berkendara. Persiapan mulai sebelum, sedang dan sesudah berkendara idealnya wajib di ketahui secara khusus oleh pemakai kendaraan roda dua. Dalam ragam tips yang diberikan oleh narasumber disebut salah satunya adalah persiapan sebelum berkendara, semisal untuk cek dokumen kendaraan dan pribadi, cek kendaraan apakah masih laik jalan hingga menyisihkan waktu untuk berdoa sebelum melakukan perjalanan. Tips lain mengapungkan cara melakukan pengereman, seperti diketahui bahwa aktifitas pengereman menjadi poin tersulit dalam berkendara, hal itu diamini oleh sebagian praktisi ‘Safety’ maupun pembalap-pembalap profesional. Apalagi fungsi rem sebenarnya adalah bukan untuk menghentikan kendaraan melainkan hanya untuk memperlambat laju putaran roda.

fatal crash

Apalagi tips-tipsnya ? Saksikan penayangannya di Autozone MetroTV yang hadir setiap Selasa malam pukul 21:30. Sebuah acara yang mengupas kegiatan otomotif roda dua maupun roda empat dan pernak-perniknya. Dan JDDC dengan dua program RIDE LIKE A MASTER dan CRASH FREE DRIVING hadir memberikan kepedulian lebih untuk berbagi bermacam tips dan trik berkendara.

Tags:

Initial Class for BP Castrol

Posted by admin on April 27, 2009 | No comments

bp castrol 01

BP Castrol 22-23 April lalu akhirnya menyelesaikan kelas ‘initial’ untuk program Defensive Driving mereka. Menggaet Jakarta Defensive Driving Consulting yang selalu konsisten di garda terdepan pelatihan Defensive Driving manajemen BP Castrol berharap angka kecelakaan yang melibatkan pegawai mereka dapat ditekan. Masih mengambil tempat di Perkantoran Hijau Arcadia Tower B lantai 9 kelas terbagi dua masing-masing teori dan praktek. Bertugas hari itu sebagai instruktur teori dari JDDC adalah sdr Suryadharma dan dilanjutkan pada hari berikutnya yaitu kelas Commentary Driving bersama sdr Herry Wahyudi dan sdr Aan Gandhi.
bp castrol 03
Hari pertama hadir 13 peserta yang mewakili ragam divisi BP Castrol mulai dari Marketing, Sales hingga Accounting, semuanya memang baru pertama kali mengikuti pelatihan dua hari Defensive Driving ini. Dengan label CRASH FREE DEFENSIVE DRIVING JDDC hadir memberikan materi Manajemen Resiko hingga pengenalan kendaraan. Tak bisa dipungkiri kelemahan pengendara kita adalah seringnya melewatkan mengenali kendaraan mereka sendiri. Entah pengenalan jenis rem hingga teknologi yang tertanam di mobil mereka. Ini seperti diamini oleh beberapa peserta wanita yang seragam menjawab belum mengetahui sistem rem apa yang dianut kendaraan mereka.
bp castrol 04
bp castrol 05

Hari kedua berlanjut dengan pengenalan kendaraan dan sesi Commentary Driving dimana peserta diharuskan mengucapkan kondisi di sekitar kendaraan mereka. Apa yang dilihat, dilakukan dan mengapa dilakukan harus disebut melalui indera ucap mereka agar instruktur dapat menilai dengan valid apakah peserta sadar akan bahaya ketika berkendara. Rute bebas hambatan menuju daerah Serpong menjadi jalur tes peserta. Dua mobil transmisi matik menjadi teman berlatih peserta.

bp castrol 06
Photobucket
Pelatihan ini sekaligus menjadi rangkaian tiga hari dari BP Castrol menyusul kelas refreshment sehari sebelumnya. Masih dibawah arahan HSE Manager BP Castrol Bpk Eka Aliudin, pelatihan ini terhitung sangat bermanfaat sebagai pembekalan kelas ‘initial level 1* menuju tahapan lanjutan nantinya. Bagaimanapun sebagai pengemudi haruslah mampu mengenali kendaraan dengan baik apapun transmisinya dan apapun besar-kecilnya. Apalagi permainan bahaya sungguh menjadi mainan harian pengemudi di Jakarta.

Tags:

Refreshment to BP Castrol

Posted by admin on April 24, 2009 | No comments

dscn2642

Segala sesuatu yang tidak di ingatkan tentunya akan perlahan di lupakan. Salah satu nya adalah praktek berkendara yang benar dan aman. Mengambil tempat di Perkantoran Hijau Arcadia Tower B Jakarta Selatan, Jakarta Defensive Driving Consulting dalam program CRASH FREE DRIVING pada Selasa (21/4) hadir untuk memberikan penyegaran (Refreshment) untuk pegawai BP CASTROL. Total 11 peserta hadir pada level 2 pelatihan yang mengambil sesi setengah hari teori dan setengah hari praktek lapangan.

Seperti hal nya pada kelas ‘refreshment’ lain peserta kembali di ingatkan tentang bagaimana membiasakan posisi tangan pada roda kemudi, penggunaan seatbelt yang benar hingga menyikapi potensi bahaya. Level 1 yang sudah dilewati peserta ( materi ‘Manajemen Resiko’) dapat  menjadi bekal tambahan untuk level lanjutan ini dimana peserta dihadapkan metode pelatihan berupa praktek di lapangan tertutup (closed track). Prakteknya sendiri mengambil tempat di lahan parkir kosong Makro Serpong.

Photobucket
Photobucket

Sesi kelas ‘refreshment’ sendiri dipandu oleh instruktur profesional sdr. Suryadharma dari JDDC di selingi materi tentang FATIGUE oleh HSE Manager BP Castrol bapak Eka Aliudin. Di materi FATIGUE tersebut dijelaskan pula jam-jam aktif dan pasif tubuh dimana tubuh ideanya harus beristirahat paling tidak 7 hingga 8 jam sehari. Soal berkendara pun jika tubuh di paksa tanpa henti untuk memegang kemudi selama 18 jam penuh tubuh akan sama rentannya dengan kondisi pemabuk. Sebuah resiko besar yang harus dihadapi jika pengemudi tidak pintar-pintar mem-program kapan waktu untuk bekerja dan istirahat.

Photobucket
Photobucket

Sesi praktek mengedepankan metode pengereman, simulasi pecah ban hingga sliding serta penanganan kemudi jika kendaraan dalam kondisi terbawa alur yang licin. Dalam sesi yang dikawal oleh dua instruktur top JDDC masing-masing sdr Aan dan sdr Herry dan dua Marshall ini berjalan sangat menarik dan lancar. Semua simulasi menjadi hal yang baru bagi peserta. Setidaknya simulasi ini bisa jadi bekal jika terjadi hal-hal di luar dugaan, tentunya dibarengi dengan sikap waspada dan tidak panik.

Photobucket
Photobucket
Photobucket

Di akhir pelatihan hadir sedikit cerita dari pak Eka selaku HSE Manager BP Castrol yang mengetahui detil cerita tentang terjadinya kecelakaan yang melibatkan kolega nya. Singkat cerita kolega nya tersebut terselamatkan akibat memperagakan skill yang mumpuni paska mengikuti ‘defensive driving training’. Jalur tol Anyer menjadi saksi bisu kejadian terbenturnya kendaraan, beruntung keselamatan masih di pihak pengendara. Teknik ‘pull and push’ begitu bermanfaat, begitu juga dengan penggunaan seatbelt dan posisi jari tangan ketika mengemudi.

Semoga saja pelatihan ini dapat menjadi titik awal pengemudi untuk tampil lebih baik lagi dan terus menekan angka kecelakaan. Potensi bahaya tersebar di setiap titik jalan raya. Salah mengantisipasi saja dapat berakibat fatal. Have a nice Defenesive Drive.

Tags:

Public Course JDDC 20-21 April 2009

Posted by admin on April 23, 2009 | No comments

Public Course yang digelar Jakarta Defensive Driving Consulting 20-21 April 2009 kali ini di hadiri 5 peserta dari 4 perusahaan berbeda, masing-masing :

  1. Dadan Saparudin dari PT. Suryaputra Adipradana,
  2. Petrus Karyanan dari Weatherford,
  3. Azis Yusuf dari Harent,
  4. serta Royyan dan Marina Magdalena dari TOTAL Oil.

Kelas yang dipandu instruktur ber pengalaman dari JDDC yaitu sdr Mulyanto berjalan selama dua hari (20-21/4) masing-masing sesi teori dan sesi Commentary Driving ke esokkan harinya. Aktifitas Public Course ini tetap menyisakan pengalaman baru dan berbeda yang dirasakan peserta dimana segala macam ‘Habitual Action’ ternyata adalah sebuah aktifitas yang terkadang keliru dan pada kursus ini semuanya diharapkan bisa diperbaiki, mulai dari cara memegang stir yang baik dan benar, posisi duduk, mengawasi potensi bahaya hingga menyikapinya. Salah satu peserta wanita, Marina Magdalena dari Total Oil mengakui pula bahwa selama cara berkendaranya terbilang jauh dari kesan ideal dan pengharapannya pada kelas ini dapat membuat dirinya berubah untuk menjadi pengemudi kendaraan yang lebih baik lagi.

Photobucket

Kelas ini terbuka setiap minggunya dan untuk pendaftaran bisa langsung menghubungi nomor kontak JDDC yang ada pada website ini.

Tags:

Eco-Driving

Posted by admin on April 20, 2009 | One comment
  • Eco driving    : sebuah cara mengemudi yang dapat menghemat konsumsi BBM, pengurangan emisi gas buang, polusi suara dan pengurangan resiko kecelakaan di jalan raya.
  • Eco driving    : Mengemudi yang dapat memaksimalkan fitur technology yang tersedia pada , kendaraanya halus, nyaman dan dapat menghemat konsumsi BBM s/d. 5-10%

KUNCI ECO DRIVING? / GOLDEN RULES ECO DRIVING

Pada saat ini technology kendaraan semakin canggih, adanya beberapa fitur hitech yang salah satu tujuannya adalah peningkatan pada faktor; keamanan, kemampuan, kenyamanan menuju eco driving. Masalahnya tidak banyak orang tahu dan mengerti bagaimana menutilisasi fitur fitur tsb secara tepat dengan cara menyesuaikan cara mengemudinya.

Ecodriving sangat mudah mempelajarinnya akan tetapi sangat sulit untuk melakukanya, mengapa? Ini masalah perilaku, ketika anda memilikinya maka elemen-elemen dibawah ini akan tercapai dengan mudah;

  1. Penghematan konsumsi BBM,
  2. Pengurangan emisi gas buang
  3. Pengurangan polusi suara
  4. Menambah umur pakai part
  5. Pengurangan potensi resiko kecelakaan dengan perilaku tekhnik mengemudi resiko rendah
  6. Photobucket

5 KUNCI UTAMA ECODRIVING PADA PERJALANAN

  1. MEMINDAHKAN GIGI TRANSMISI SESEGERA MUNGKIN
  2. MENGGUNAKAN KECEPATAN CONSTANT
  3. GIGI TINGGI DAN RPM RENDAH
  4. ANTISIPASI ARUS LALU LINTAS
  5. LAKUKAN PERLAMBATAN DG HALUS

1. - MEMINDAHKAN GIGI TRANSMISI SESEGERA MUNGKIN
Pindahkan gigi sesegera mungkin! Pindahkan gigi sebelum jarum RPM mencapai angka 2500 untuk kendaraan berbahan Bensin dan LPG, RPM 2000 pada kendaraan dieseL.
Umur komponen – komponen kendaraan pada bagian yang menghasilkan tenaga akan mengalami penurunan akibat friksi internal. Penurunan umur semakin bertambah seiring kenaikan kecepatan putaran mesin. Dengan menggunakan putaran mesin yang rendah penurunan umur ini akan menjadi terbatas dan impactnya adalah konsumsi bahan bakarpun akan berkurang. Beban kerja yang berat pada mesin untuk menghasilkan tenaga akan menjadi pemborosan ketika seorang pengemudi tidak dapat menyesuaikannya dengan penggunaan gigi transmisi yang tepat, tenaga yang besar tidak menjadi maksimal ketika tersalurkan kepada roda-roda penggerak (drive wheels), seharusnya putaran mesin yang dihasilkan tidak terlalu banyak terhambat oleh gigi transmisi bersambung mulus ke roda-roda.

2.- MENGGUNAKAN KECEPATAN CONSTANT
Jaga agar selalu berada pada kecepatan konstan dengan cara menggunakan gigi transmisi tinggi. Ketika berakselerasi  energi dari BBM/LPG akan menggerakan kendaraan, ini akan terbuang ketika kita melakukan pengereman. Penomena ini akan terasa setelah anda melakukan pengereman tajam, piringan rem akan menjadi panas akibat transformasi perubahan energi putar menjadi energi panas, makanya perlakukan akselerasi – akselerasi dan pengereman dampaknya kepada konsumsi BBM yang konsumtif/boros.
Analogi nya begini kendaraan rata-rata akan memerlukan 5PK pada kecepatan konstan di 50Km/jam, lebih kurang 25PK pada kecepatan 120Km/jam (tenaga yang diperlukan semakin meningkat seiring dengan kecepatan kendaraan). Sisa tenaga yang ada pada mesin akan terpakai untuk akselerasi – akselerasi yang dilakukan si pengemudi. Oleh karena itu menjaga agar kecepatan tetap konstan akan membuat pemakaian tenaga dan BB menjadi terbatas. Jika memungkinkan pada kondisi jalan di toll gunakan cruise control ini sangat membatu mendapatkan kecepatan konstan. Keuntungan dengan menerapkan kecepatan konstan tidak saja terbatas pada peningkatan ekonomis atas konsumsi BBM, tetapi juga banyak hal positif lain yang dapat diperoleh; Emisi gas buang – keamanan – umur pakai komponen -  kelancaran lalu lintas dan kenyamanan.

3.- GIGI TINGGI DAN RPM RENDAH
Opini yang berpendapat pedal gas berhubungan dengan konsumsi BB tidak keseluruhannya benar pada mesin-mesin bensin. Pedal akselerator hanya mengopersikan katup throttle/kupu-kupu yang mempengaruhi kwantitas udara.  Pada dasarnya hanya mengakibatkan momen putar pada mesin, jumlah pemakaian BB dipengaruhi dari beban kerja mesin itu sendiri, semakin kecil reduksi dari moment tenaga yang dihasilkan oleh mesin semakin kecil pemakaian BB. Oleh karena itu tenaga yang dibutuhkan untuk mendapatkan kecepatan konstan jelas lebih kecil dibandingkan adanya akselerasi- akselerasi. Dengan demikian gigi tinggi dapat saja digunakan pada kecepatan rendah tanpa kahwatir adanya kerusakan (INGAT: range 2,500 – 2,800 RPM pada mesin bensin) dengan cara ini akan menghemat konsumsi BB tanpa merusak mesin, pasti dan selama perawatan terhadap mesin dilakukan sebagaimana mestinya.

4.- ANTISIPASI ARUS LALU LINTAS
Melihatlah sejauh mata memandang (Lihat – Mengerti sesuatu didepan), Antisipasi – Mengerti situasi sekeliling kendaraan anda. Dengan tekhnik mengemudi Crash Free Driving system modul 3 (Tekhnik Mengemudi Resiko Rendah) milik JDDC seorang pengemudi akan mudah mengantisipasi arus lalulintas disekelilingnya. Untuk untuk mendapatkan kecepatan konstan sangatlah penting untuk mengantisipasi situasi traffic di sekeliling dengan demikian pengemudi dapat mengurangi pengereman-pengereman dan akselerasi yang tidak perlu. Banyak situasi dapat diketahui (dilihat dan dimengerti) dari jauh sebelumnya dan memberikan kesempatan kepada si pengemudi untuk merencanakan tindakan apa yang harus dilakukannya, dengan demikian akselerasi dan pengereman yang tidak perlu dapat dengan mudah dihindarkan (lihat poin 2)

5.-LAKUKAN PERLAMBATAN DG HALUS
Saat melakukan perlambatan, lakukan lah dengan halus dan bertahap dengan gigi transmisi tetap masuk (tidak dengan netral).
Mobil-mobil yang dibuat diatas tahun 2000 umumnya dilengkapi dengan sistim injeksi elektronik yang memiliki fuel cut off , kemampuan memutuskan supply BB keruang mesin saat melakukan perlambatan mesin (Engine Brake). Keuntungannya, seorang pengemudi dapat mengangkat pedal gas setiap saat perlambatan tanpa terlalu banyak dibantu dengan pengreman pada roda-roda.
Pada kendaraan yang menggunakan karburator tanpa eletronik fuel cut off, akan sama konsumsinya saat engine braking dan saat mesin idling atau ketika deselerasi menggunakan gigi dan tidak menggunakan gigi (netral), akan tetapi mengangkat pedal gal secara halus dan menghindari pengereman tajam juga membuat kendaraan menjadi lebih ekonomis.
Photobucket
KIAT & TIPS ECO DRIVING LAINNYA.
MENGEMUDI DILINTASAN BERBUKIT
Mengemudi area perbukitan sangatlah penting melakukan manajemen kecepatan. Usahakan pergerakan kendaraan dengan menggunakan tenaga yang kecil. Ini dapat dimungkinkan jika putaran RPM dicapai dengan rendah, pertahankan agar kendaraan bergulir sedemikian rupa tanpa menggunakan RPM tinggi dan gigi rendah. RPM tinggi pada permukaan licin (off road) sering membuat traksi pada roda penggerak terlepas yang akhirnya kendaraan tidak mencapai permukaan yang lebih tinggi. Sering prinsip menggunakan RPM tinggi dan rendah menjadi suatu perdebatan, yang paling tepat coba lakukan. Pabrikan kendaraan membuat kendaraan dapat bergerak konstan dengan muatan penuh pada RPM 1,000.

MATIKAN MESIN SAAT BERHENTI SESAAT
Matikan mesin jika memungkinkan, semisal saat berhenti menunggu palang pintu di lintasan KA, di traffic light atau menunggu seseorang. Ketika mencoba menghidupkan jangan tekan pedal gas.

MOBIL-MOBIL MODERN
Konsumsi BB pada mesin mobil-mobil tsb.saat idle -/+ 1ltr per-jam bergantung dengan kapasitas dan kondisi mesin. Oleh karena itu jika mempunyai kesempatan idle lebih dari 1 menit sebaiknya matikan mesin sesaat. Jika dalam 1 hari kapitulasi masa idle kendaraan lebih dari 10 menit, sipengemudi selalu mematikan mesinnya maka ia sudah melakukan penghematan  1/6 ltr. Bilamana ratio jarak tempuh dan konsumsi kendaraan adalah 1:10 , maka penghematan tsb. akan sama dengan 1,6 Km jarak tempuh dan sama nilai Rp.866,- (asumsi Petramax Rp.5,200,-/ltr).
Pada saat itu untuk menghidupkan kembali, pengemudi diharapkan tidak menginjak pedal gas, mesin yang dilengkapi dengan injeksi (injection) memiliki manajemen tersendiri untuk menyikapi situasi re-start tsb.. Menekan pedal gas akan membingunglan system nya yang mana akan membuat kesulitan pada re-start tsb, selain akan meningkatkan konsumsi BB dan emisi gas buang.

MOBIL LAMA
Umumnya pada mobil-mobil buatan sebelum tahun 2000, pada kondisi mesin panas pengemudi kadangkala harus menginjak pedal gas sedikit saat re-start. Ini akan mengkonsumsi BB, disarankan akan bijaksana pengemudi mematikan mesin ketika berhenti lebih dari 1-2 menit.

MENIKUNG
Menikung dengan ecodriving dapat dicapai melalui beberapa faktor; Kecepatan – Arah Lintasan – Latihan. Pandangan jauh kedepan lakukan perlambatan sehalus mungkin, jika aman tanpa menggunakan pedal rem gunakan TITO (melebar-mengecil-melebar) dengan demikian faktor reduksi rotasi roda kecil. Secara umum ini dapat dikatakan pengemudi harus dapat mengantisipasi kondisi area tikungan tsb. dengan pasti dan aman. Cara mengemudi dengan kecepatan tinggi, mengerem tajam dan meningkung tajam selanjutnya berakselarasi dengan cepat (gaya racing) tidak saja akan meningkatkan pemakaian BB tetapi juga memperpendek umur komponen kendaraan; Ban dan beban kerja pada axle salah-salah mobil bisa terbalik?

BOBOT

Salah satu faktor ecodriving adalah berusaha menjaga muatan kendaraan agar tidak overweight. Semakin ringan muatan semakin ringan beban kerja dari mesin, mengeluarkan peralatan Golf, barang-barang yang tidak penting, tidak menambah muatan bagasi dengan alat – alat audio (extra sound system), peralatan ekstra kunci mobil atau melepas trunk tambahan (box diatas roof rack) adalah cara-cara yang harus dilakukan.

FAKTOR AERODINAMIK
Proses manufaktur sebuah mobil salah satunya adalah test aerodinamik yang dilakukan melalui sebuah terowongan angin, semakin kecil hambatan angin yg diperoleh oleh sebuah mobil salah satunya akan mempengaruhi konsumsi BB kendaraan tsb. Pemakaian ban dengan permukaan lebar – penempatan rak diatas kendaraan/atau membawa barang diluar kendaraan – membuka kaca pintu pada saat kecepatan tinggi akan mempengaruhi konsumsi BB.

TEKANAN ANGIN BAN
Periksa tekanan angin setidaknya 2 minggu sekali. Pastikan ukuran angin ban sesuai sebagaiman rekomendasi pabrik ban tsb. Pada prinpsipnya hambatan friksi permukaan ban dan permukaan jalan tidak terlalu besar, tekanan angin yang kurang 25% dari ukuran normal akan meningkatkan traksi roda sekitar 10% dan peningkatan konsumsi BB sebesar 2%. Tekanan angin yang berlebih akan membuat efek negatif; Traksi roda akan berkurang pada kecepatan tinggi – jarak pengereman semakin panjang – durability komponen kaki – kaki kendaraan akan menjadi lebih singkat. Pemeriksaan tekanan angin harus dilakukan dalam keadaan ban dingin atau dapat dilakukan paling jauh kurang dari 3 km jarak tempuh.

PEMELIHARAAN KENDARAAN
Periksalah kendaraan anda secara berkala, filter olie & BB harus diganti sesuai buku manual masing-masing kendraan, air accu tidak dalam kondisi kurang. Mesin yang tepat waktu di tune up memberikan emisi gas buang. Accu yang lemah akan membuat anda harus berulang dalam melakukan starter. Kondisi ini selain mengkonsumsi BB juga meningkatkan emisi gas buang.

Published for : CHEVY Magazine

Sumber gambar : google -> eco driving

Tags:

Powered by Wordpress and Stripes Theme Entries (RSS) | Comments (RSS)