Old posts

Indonesia International Motor Show 2009

Posted by admin on July 27, 2009 | 2 comments

Tahun 2009 INDONESIA INTERNATIONAL MOTOR SHOW  (IIMS 2009) memasuki gelaran yang ke 17. Jika di tahun-tahun sebelumnya mengambil tempat di Jakarta Convention Center Senayan, kini tempat nya berpindah ke arena Pekan Raya Jakarta di Kemayoran. Tampak sebagian besar Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) baik motor maupun mobil adu kekuatan produk baru beserta inovasinya.
Photobucket
Tampak arena PRJ yang baru saja lewat tidak ada perubahan signifikan untuk menampung pameran kendaraan roda dua yang dihadiri nama-nama besar Honda, Yamaha, Suzuki hingga Kawasaki plus pendatang baru Minerva. Bajaj dan TVS absen. Turut mendampingi stand kendaraan roda dua adalah showroom perangkat berkendara mulai dari helm, apparel hingga fitur box-box motor maupun mobil.
Photobucket
Info lengkap mengenai IIMS 2009 bisa KLIK DISINI. Kendaraan roda dua yang mengambil tempat di lokasi ‘outdoor’ tampak ramai dengan antusiasme pengunjung. Honda -melalui AHM- berkesempatan memamerkan produk terbaru mereka HONDA VARIO dengan fitur Combi Brake. Combi brake sendiri adalah fitur keamanan yang berhubungan dengan metode rem. Rem kiri akan berfungsi menekan baik roda belakang maupun roda depan. Setengah tekanan pada tuas rem akan memperlambat roda belakang. Sedang jika ditekan penuh makan roda depan akan ikut melakukan perlambatan hingga masuk ke sebuah ‘full stop’. Canggih ? Tergantung pemakainya. Ini yang harus diwaspadai para pengguna agar tidak terlena dengan kecanggihan sebuah teknologi. Bagaimanapun jika dua buah roda terkunci maka distribusi bobot akan bermain dan ber potensi mencelakakan pengendara jika belum mengerti pemakaian detilnya.
Photobucket
Di luar Honda, ATPM roda dua lain tetap menawarkan produk eksisting sementara Minerva terus menggeliat memamerkan produk Megelli-nya. Test ride nya bisa dilakukan di lapangan yang telah disediakan. Untuk yang berminat hunting aksesoris berkendara bisa mencari varian-varian baru helm dari merk-merk yang sudah dikenal macam INK, Kyt, MDS hingga GM, dari level atas tersedia produk NOLAN, Givi hingga AGV. Semua memberikan diskon yang cukup menarik.
Photobucket
Photobucket
Lain motor lain pula mobil. Kendaraan roda empat mengambil tempat di dalam ruangan (hall/indoor). Dari mulai mobil klasik dari jaman perjuangan, mobil koleksi presiden RI, truk-truk canggih, hingga mobil-mobil sedan futuristik, offroad, hingga kendaraan harian konsumsi keluarga. Menemani kemegahan pameran mobil hadir pula stand-stand aksesoris audio-video, zat-zat aditif, velg, ban hingga pameran kendaraan ramah lingkungan, tak lain adalah sepeda. Booth produk sepeda menawarkan varian sepeda lipat dengan model yang menarik.
Photobucket
Bagi yang ingin memperpanjang SIM (A dan C) ternyata Polda Metro DKI Jaya membuka booth bekerja sama dengan BRI. Sistem online yang di anut menawarkan kemudahan. Silakan datangi booth ini jika memang SIM nya sudah hampir mati. Tersedia layanan siang hingga malam sesuai jam pertunjukan IIMS 2009.
Photobucket
Acara IIMS 2009 sendiri berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 2 Agustus 2009. Bertempat di lahan PRJ Kemayoran dengan tiket masuk 20.000 untuk hari biasa dan 30.000 untuk akhir pekan. Sebuah kesempatan jalan-jalan untuk mengisi waktu luang sekaligus mengenali produk-produk baru kendaraan roda dua dan roda empat serta pernak-perniknya.
Photobucket
Secara umum gelaran ini memang menawarkan hiburan yang cukup komplet. Terbantu juga dengan berbagai live performace yang dihadirkan oleh masing-masing ATPM. Di balik itu tentunya ada sedikit masukan yang hendaknya bisa diambil dari pihak penyelenggara. Ketiadaan kampanye ‘ROAD SAFETY’ menjadi poin lemah gelaran ini. Pihak ATPM sibuk menjual produknya dan bersiap membanjiri jalanan dengan kendaraan-kendaraan yang sudah terjual. Dari puluhan stand justru tidak hadir booth khusus maupun booth pendamping yang menggelar kampanye tentang keselamatan.
Photobucket
Jika mau, tiap-tiap stand bisa sedikit meluangkan waktu membangun booth dengan konsep memberikan pengunjung informasi dan ragam pengetahuan tentang keselamatan berkendara. Entah penggunaan seatbelt yang baik, posisi mengemudi, pengenalan kendaraan dari sisi safety, hingga data-fakta kecelakaan yang bisa membuat pengguna kendaraan berpikir lebih siap dalam mengemudikan kendaraan. Akan lebih tertata lagi jika Dephub(dar) ataupun pihak KePolisian menggiatkan kembali atau memberi komando bahwa tiap ATPM wajib menyuguhkan layanan informasi keselamatan sehingga pengunjung tidak hanya dapat informasi produk kendaraan tapi juga informasi yang berkaitan dengan keselamatannya saat mengemudi. Pekerjaan Rumah besar bagi penyelenggara dan pengisi cara jika memang berniat mengurangi angka kecelakaan selain hanya menjual kendaraan.

Tags:

Ride Like a Master for H.O.G

Posted by admin on July 23, 2009 | No comments

Baik motor besar maupun motor kecil sebenarnya memiliki konsep serupa dalam hal cara berkendara. Tinggal bagaimana kita sebagai penunggang cukup pede untuk menaklukan kendaraan di luar yang biasa kita pakai. Bicara Harley Davidson tentunya akan bicara mengenai sebuah kendaraan roda dua berukuran besar dengan wheel base yang cukup panjang. Salah satu menu yang ditawarkan dalam program Ride Like a Master dari Jakarta Defensive Driving Consulting untuk Harley Owners Group Jakarta Chapter (H.O.G JC) tempo hari (12/7/09) di markas Mabua HD Kelapa Gading adalah metode pengereman. Apa fungsi dari rem ? Bukan untuk menghentikan kendaraan tapi hanya untuk memperlambat putaran roda. Tak heran anggapan keliru tadi membuat banyak pengendara gagal dalam mengantisipasi keadaan saat melakukan pengereman.
Photobucket
Banyak hambatan yang biasa muncul di jalan raya. Bus tengah ber manuver mendadak, pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang, perilaku zig-zag sepeda motor bahkan mobil-mobil yang dikendarai oleh pengemudi yang tidak sigap. Pada saat-saat darurat itulah ada saatnya skill pengendara dibutuhkan. Kebutuhan untuk mengubah paradigma soal rem saja benar-benar harus di utamakan. Porsi rem sebagai fitur penting dan sulit dikuasai memang menjadi poin penting untuk dipelajari. Tak heran teknologi rem makin lama makin maju dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat presisi jarak pengereman tanpa menjadikan pengendara sebagai korbannya. Teknologi tetaplah teknologi karena masih ada faktor manusia sebagai pengendalinya. Terlebih sebuah Harley Davidson adalah sebuah kendaraan besar yang harus cakap dikuasai jika tidak ingin celaka.
Photobucket
Pikiran boleh sigap dalam membaca situasi. Tapi apakah itu berlanjut dengan kesigapan tangan dalam membentuk reaksi ? Kelemahan dalam menyeragamkan penglihatan mata dan di transfer ke tangan sering membuat hasil akhir yang berbeda. Spontanitas bercampur panik membuat banyak pengendara jatuh. Tuas kopling yang harusnya tidak tekan justru dilakukan sebaliknya. Motor pun meluncur tanpa kendali karena energi terputus. Belum lagi reflek tangan menekan kencang rem depan yang dikira berfungsi lebih baik dalam memperlambat roda. Practice makes Perfect, akuilah bahwa pengereman adalah sebuah teknik yang teramat sulit dikuasai. Brake Safely !

Tags:

Modern Civilized Rider

Posted by admin on July 22, 2009 | 2 comments

Menjalani sebuah perjalanan di jalan raya kian hari kian membuat kepala pusing. Segala tingkah polah tak lagi menunjukkan hal-hal yang positif, tak heran pemandangan jalan raya yang makin negatif kian mengemuka. Dari kelalaian pengendara yang gemar menelantarkan poin ‘Safety’ hingga cueknya sikap pengendara terhadap keberadaan rambu-rambu lalu lintas. Tak ayal banyak pihak bekerja memutar otak lebih keras mencari solusi.

Bicara ‘lifestyle’ atau gaya hidup tentunya BRO yang banyak berkutat di komunitas maupun klub sepeda motor ingin tampil beda. Seperti usaha bagaimana agar menjadi lebih taat aturan, lebih tertib di jalan dan juga lebih menghargai nilai-nilai ‘Safety’. BRO sudah melakukannya ? Jika YA, pasti menu aman berkendara sudah di genggaman. Jika BELUM, saatnya berubah dan memperbaiki diri karena segala macam pembenahan muaranya ada di diri sendiri. Jadilah seorang ‘Modern Civilized Rider”.

Photobucket

Salah satu poin penting menjadi seorang pengendara motor yang baik adalah pemilihan ‘Safety Gears’ sesuai kebutuhan aman berkendara.

Apa saja ? Kita tengok satu per satu secara sederhana :

1.    HELM,
2.    JAKET,
3.    SARUNG TANGAN,
4.    CELANA PANJANG,
5.    SEPATU.

Bagaimana pemilihannya ? Sesuaikan saja dengan kondisi perjalanan BRO sehari-hari, apakah perjalanan itu adalah sebuah CITY RIDING ataukah perjalanan panjang semisal TOUR RIDING.

CITY RIDING
Maksudnya adalah perjalanan dalam kota dimana angka kilometernya tidak bergerak jauh dari satu titik ke titik yang lain dan frekwensi “STOP & GO” cederung tinggi. Pemilihan ‘Minimun Gear’ adalah pilihan yang tepat. Apa saja ?

1.    Helm half face,
2.    Jaket bahan denim,
3.    Sarung tangan (Full),
4.    Celana bahan denim,
5.    Sepatu.

Half Face Helmet dipilih karena bisa memberikan ruang yang nyaman kepada sistem pernafasan dalam perjalanan dalam kota yang terkenal ketat.

Penggunaan helm disini harus memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan diri sendiri, pastikan helm tidak longgar dan memiliki foam yang tidak mati dalam arti tidak terlalu lembek karena sudah termakan usia helm, lakukan penggantian jika busa sudah kendor atau mengalami kerusakan. Chin strap juga harus terikat kuat hingga mampu mengikat kepala. Visor pun demikian, sesuaikan kaca helm dalam berbagai situasi, kaca bening lebih pas digunakan untuk pemakaian malam hari sementara kaca gelap lebih bisa mereduksi cahaya jika dikenakan saat siang terik.

Bicara celana panjang, bahan denim menyimpan kekuatan lebih untuk mengurangi luka gesekan jika terjadi pada lengan maupun kaki. Sarung tangan model penuh lebih memberikan kenyamanan karena sanggup melindungi seluruh jari dan sepatu sudah menjadi semacam kebutuhan untuk melindungi kaki dari benturan maupun gesekan, pilih sepatu yang mampu menutupi hingga mata kaki.

TOUR RIDING
Selain speed yang kita miliki lebih rutin dan kendaraan lain juga melakukan hal yang sama Kerja tubuh pada perjalanan sebuah “Tour Riding’ lebih berat ketimbang melakukan ‘City Riding’. Ini yang membuat alat perlengkapan aman berkendara harus dibuat lebih maksimal.

Full Face Helmet dipilih karena mampu memberikan proteksi lebih terhadap kepala, pilih desain yang nyaman menekan kepala dan hindari penggunaan helm yang terlalu besar maupun terlalu kecil. Yakinkan helm tersebut berkualitas baik mulai dari branding, sertifikasi hingga kenyamanan melindungi kepala.

Sementara jaket dan celana bisa memilih bahan yang lebih tebal, akan lebih baik jika dilengkapi protektor siku dan lutut. Untuk sepatu lakukan pemilihan yang lebih menyerupai ‘boot’ agar perlindungan terhadap kaki bisa lebih maksimal, khususnya pada mata kaki.

SIAP RIDING ?
Nah dengan dua kondisi tadi siap donk BRO bergaya dengan nuansa ‘Safety Riding’, seluruh elemen aman berkendara terpenuhi dan di jalan bisa menjadi panutan bagi pengendara lain. Pastikan juga kita sudah memiliki mental dan sikap yang baik untuk bergelut di jalan raya. Karena tahukah BRO bahwa sesuatu yang memisahkan kita dengan jalan raya adalah perangkat aman berkendara seperti disebut di atas.

Have a nice Safety and Defensive Ride BRO !

Di publikasikan di majalah BRO edisi perdana Juni 2009

sumber gambar : http://www.smsa.org/images/motorcycle_awareness/posters/full_gear.jpg


Tags:

Safety Riding for Safety Officer of HOG JC

Posted by admin on July 13, 2009 | 2 comments

Minggu pagi, 12 Juli 2009 menjadi hari beraktifitas yang menyenangkan bagi para anggota Harley Owners Group (HOG) Jakarta Chapter, khususnya para Safety Officer yang memang hari itu di agendakan mendapat pelatihan khusus dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) melalui program RIDE LIKE A MASTER.
Photobucket

Photobucket

Photobucket

Sebagai bagian dari ‘Sunday Gathering’ member HOG JC yang bertempat di salah satu showroom Harley Davidson milik Mabua Jakarta maka di gelar lah Safety Riding Course bagi para Safety Officer HOG JC (2nd Indonesia HOG Rally 2009). Di acara yang juga di isi musik ‘live’ dan donor darah ini tersedia berbagai macam rintangan di lapangan seluas kurang lebih 200 x 14 m ini. Tak kurang modul Slalom, ‘Cornering’, ‘Braking’, ‘Balancing’, ‘Bumpy Road’, hingga modul ber nuansa offroad model rintangan ber pasir, lintasan licin hingga jembatan naik-turun. Semua di pimpin langsung Jusri Pulubuhu yang juga menjabat sebagai instruktur HOG JC dari divisi Safety Riding.
Photobucket


Photobucket

Nama-nama seperti Djonnie Rahmat selaku CEO Mabua HD Indonesia, Irvino Edwardly selaku GM Marketing Mabua hingga dari internal HOG JC seperti Andy Buel selaku Sekjen HOG JC plus Prima Baskoro selaku President HOG JC dan rekan-rekan Safety Officer HOG JC lain ikut ambil bagian. Sayangnya event kemarin harus kehilangan sosok Fahmy Mathori, Vice President HOG JC ini harus kehilangan kesempatan mencicipi lapangan praktek Safety Riding. Semoga lekas pulih Bro !. Di acara ini semua peserta mengendarai tunggangan andalannya masing-masing dari berbagai varian Harley Davidson.
Photobucket

Photobucket

Mengendarai sepeda motor apalagi dengan berat sebesar motor besar Harley Davidson memang dibutuhkan trik tersendiri. Tidak juga semuanya ahli dalam mengendalikan dan melalui pelatihan ini lah kemampuan ‘handling’ berkendara terus di asah. Berbelok dalam kecepatan rendah cukup menyulitkan peserta. Sama sulitnya ketika masuk sesi pengereman dimana motor ‘dipaksa’ lari dengan kecepatan konstan lalu aba-aba ‘rem’ langsung dikeluarkan. Ada yang cukup sigap, cukup tenang sampai cukup panik hingga membuat motor besarnya terpelanting.
Photobucket

Photobucket

Secara umum pelatihan ini dirasa sangat bermanfaat oleh peserta karena bagaimana pun mengendalikan sepeda motor tidak semudah yang dikira. Memutar gas mungkin cukup mudah tapi tidak dengan melakukan pengereman dengan berbagai kondisi. Paska pelatihan ini diharapkan para Safety Officer menjadi lebih sigap dalam menjalani aktifitas HOG Jakarta Chapter semisal saat melakukan konvoi turing. Ride Safe !

Tags:

“Jaketnya terbalik !”

Posted by admin on July 9, 2009 | 16 comments

Ada pemandangan cukup menarik di jalanan ramai Jogjakarta saat JDDC berkesempatan mengadakan pelatihan di kota ini. Ramainya populasi pengendara wanita membuat mata seakan ingin terus memandangi mereka. Satu pertanyaan kecil mengemuka. Kenapa mereka memakai jaket dengan posisi terbalik ? Lebih nyamankah ? Lebih hangat kah ?
jaket terbalik 01
Kami mencoba bertanya kepada para peserta yang kebetulan biasa mengenakkan jaket seperti ini. Mereka umumnya menjawab agar lebih hangat dari hembusan angin yang akan menerpa dada. Jika dilihat lebih dekat sebenarnya tidak ada yang salah dengan pemilihan jaket yang mereka lakukan. Ada yang berbahan denim yang memang menjadi pilihan minimum dari jaket. Ada pula yang memang berbahan tipis. Fungsi utama jaket adalah sebagai media pembalut tubuh pengendara dari terpaan angin dan jika terjadi gesekan jaketlah yang akan menjadi pelindung pertama bagi kulit.

Ada baiknya perilaku ini di revisi demi meningkatkan keselamatan dalam hal berkendara. Sisi negatif yang mungkin saja terjadi adalah :

  1. Mudah ‘melorot’ nya jaket ke arah depan,
  2. Akan sibuk membenahi jaket karena ‘melorot’ tadi dan akan mengganggu handling kendaraan.

jaket terbalik 02
Jika alasan agar lebih mudah dilepas-pakai tentunya agak sulit diterima karena justru sebenarnya sebaliknya. Memasukan tangan ke jaket dengan posisi terbalik akan makan waktu lebih lama dan tentunya lebih beresiko. Jika alasan menghindari masuk angin tentunya bisa di antisipasi dengan pemilihan jaket yang lebih tebal dan retsleting / zipper yang lebih erat dengan penutup tambahan. Bagaimana pun dari sisi kenyamanan jaket dengan posisi normal akan lebih membuat gerak tangan bergerak lebih leluasa. Faktor penguasaan handling pun lebih bisa diatur ketimbang memaksakan diri dengan mengenakan jaket dengan posisi terbalik.

Dari sisi gender memang acap terlihat banyak pengendara wanita yang melakukan hal ini atas alasan-alasan simplisitas di atas. Tapi jika ada pengendara pria pun idealnya penggunaan jaket seperti ini harus diperbaiki. Keutamaan pengendalian kendaraan harus di utamakan ketimbang mencari kenyamanan tanpa mau mencari keselamatan. Mari kenakan jaket dengan benar !

Tags:

Powered by Wordpress and Stripes Theme Entries (RSS) | Comments (RSS)