Old posts

Membonceng Sepeda Motor

Posted by admin on August 25, 2009 | 2 comments

Membonceng adalah aktifitas berkendara yang dilakukan seseorang tanpa harus terlibat dalam mengendalikan kendaraan. Seseorang yang melakukan aktifitas membonceng kerap disebut dengan istilah ‘boncenger’ atau pembonceng. Kini yang menjadi bahasan adalah bagaimana pengendara seharusnya memperlakukan pembonceng. Dan bagaimana pembonceng menyikapi segala sesuatunya saat kendaraan diam maupun bergerak.

Photobucket

Aktifitas membonceng di mata pengendara kita masih menjadi momok yang belum penting untuk diperhatikan. Entah memang tidak menakutkan atau memang memliki keterbatasan informasi soal keselamatan. Memberikan tumpangan pada orang lain tentunya akan merubah dinamika berkendara secara keseluruhan.

Gerakan kendaraan dan gerakan tubuh dari dua orang bisa saja tidak selaras. Apalagi jika ruang membonceng di isi dari jumlah yang semestinya. Kita -Motobiker- idealnya terus memperlebar wawasan pengetahuan tentang apapun yang berhubungan dengan berkendara, termasuk cara-cara memberikan tumpangan. Semua demi alasan ‘Safety’ atau keselamatan. Sudah berapa pedulikah Motobiker dalam memberikan tumpangan ?

Aspek ‘Safety’ memberikan beberapa panduan sebagai berikut agar baik pihak pengendara maupun pembonceng dapat berada dalam situasi yang aman. Ingat, bahwa kendaraan roda dua tidak di desain untuk digunakan oleh lebih dari dua orang.

Photobucket

Panduannya adalah sebagai berikut, idealnya dilakukan saat sebelum berkendara agar memiliki keseragaman informasi :

  • Pastikan kaki pembonceng sudah mampu mencapai ‘foot step’, kenapa ? Jika tidak mencapai ‘foot step’ maka Motobiker sudah menghilangkan aspek dinamika yang berkaitan dengan keseimbangan. Pembonceng akan rentan oleng. Ini biasa terjadi jika memberikan tumpangan pada anak-anak,
  • Berikan perangkat keselamatan yang sama dengan pengendara, mulai dari helm, jaket, celana panjang hingga sepatu,
  • Arahkan pembonceng untuk tidak melakukan gerakan tiba-tiba yang dapat mempengaruhi kestabilan pengendara saat mengendalikan kendaraan,
  • Arahkan pembonceng untuk memegang pinggang demi menjaga keseimbangan dan minta pembonceng untuk selalu mengikuti arah badan pengendara, hindari melawan arah karena kestabilan akan terganggu,
  • Hindari cara membonceng dengan posisi kaki menyamping -biasanya wanita-, distribusi bobot akan berat sebelah dan si pembonceng tidak memiliki kesigapan yang sama dibanding posisi dengan dua kaki di foot step kanan-kiri,
  • Pastikan berat pembonceng masih bisa di tolerir oleh maksimal tumpangan yang bisa di bawa kendaraan, berat beban maksimal kendaraan bisa dilihat di dalam buku panduan kendaraan.

Cukup sulit diterima ? Ya jika Motobiker ingin mengesampingkan sisi kenyamanan dan keselamatan. Sepeda motor tidak dapat dipungkiri masih menjadi pilihan utama masyarakat kita dalam memangkas pengeluaran. Selain irit, sepeda motor juga praktis. Tapi apakah nilai irit dan praktis akan sama harganya jika terjadi hal-hal di luar dugaan semisal kecelakaan. Bersikap antisipatif dan mengejar sisi ideal hendaknya bisa pelan-pelan dilakukan.

Tags:

Kurangi angka Kecelakaan, sekarang !

Posted by admin on August 18, 2009 | 2 comments

Photobucket
Anda pernah mengalami kecelakaan ? Berani bertaruh bahwa mayoritas akan menjawab pernah. Jika ada yang belum pernah mungkin hanya soal gengsi mengakui nya saja. Siapa saja bisa mendefinisikan apa itu kecelakaan. Kecelakaan adalah hal yang tidak dapat di sangka atau di duga meski sebenarnya bisa di antisipasi, peristiwa ini melibatkan kendaraan ataupun pengguna jalan lain yang mengakibatkan kerugian baik dalam bentuk nyawa manusia ataupun harta benda.
Photobucket

Photobucket
Pada satu kesempatan kelas CRASH FREE Defensive Driving dari JDDC, seperti biasa instruktur bertugas, sdr Suryadharma mencoba menggugah hati peserta agar tidak menjadi bagian dari data kecelakaan. Kali ini klien yang datang dari PT PHILIPS mengikuti pelatihan dua hari masing-masing kelas teori dan praktek pada Kamis dan Jumat (13-14/8). Mengambil tempat di ballroom Hotel Grand Flora Kemang untuk teori dan lapangan Makro Serpong untuk praktek, peserta dengan jumlah lebih dari 60 orang ini terlihat antusias mengikuti jalannya pelatihan.
DDT Philips 10

Photobucket
Seperti halnya pelatihan-pelatihan lain dari JDDC, pada sesi praktek peserta dihadapkan pada pemahaman dan pendalaman soal perilaku defensif dan peningkatan skill. Perilaku defensif coba ditanamkan melalui konsep ‘Commentary Driving’ yang dipandu oleh enam instruktur. Lalu untuk meningkatkan skill dipandu oleh tiga instruktur. Dan semua adalah para profesional di bidangnya.
DDT Philips 07

DDT Philips 06
Data eksisting yang di dapat dari berbagai sumber menyebutkan bahwa manusia modern memiliki 86% potensi kecelakaan. Indonesia dengan fakta semrawutnya kondisi lalu lintas dan gegabahnya para pengguna menjalankan kendaraannya bisa jadi potensi mengalami kecelakaannya naik menjadi 96%. Tersenggol, menyenggol atau bahkan terjatuh hanya tinggal menunggu waktu saja, tergantung bagaimana kesiapan kita menghadapi situasi secara spontan. Dari pengalaman peserta pelatihan pun tercatat banyak nya insiden yang terjadi, baik untuk skala penggantian mobil tiap akibat akibat lecet hingga insiden berat yang menghilangkan nyawa manusia.
DDT Philips 05

DDT Philips 01
Kembali pada pertanyaan di atas mengenai pernah tidaknya seseorang mengalami kecelakaan. Yang membedakan antara satu kecelakaan dengan kecelakaan yang lain adalah tingkat keparahannya. Mengeluarkan kendaraan lalu kendaraan menyenggol pagar garasi dan mengakibatkan baret pada bodi motor adalah sebuah kecelakaan, dengan tingkat keparahan yang minim. Menyenggol kendaraan lain tanpa jatuh pun tentu bisa disebut kecelakaan. Belum lagi yang intensitas nya tinggi dan masif. Kecelakaan bisa di sebut besar jika melibatkan banyak korban jiwa maupun kerugian material dengan jumlah besar.
DDT Philips 02

DDT Philips 03

DDT Philips 04
Jiwa yang melayang akibat kecelakaan (jalan raya) sudah benar-benar tidak wajar. Ekspos data kecelakaan terbilang minim dibanding data manusia yang terenggut nyawanya akibat penyakit. Seolah kecelakaan jalan raya adalah hal yang biasa dan bukan lagi jadi berita penting. Seperti di ketahui bahwa faktor kecelakaan adalah manusia, kendaraan dan lingkungan. Kini tinggal dibutuhkan perangkat untuk mengawasi tiga faktor tadi untuk bergerak ideal dan tidak menambah banyak jumlah data kecelakaan. Anda mau peduli ? Maka berkendaralah dengan santun dan mulailah menghargai situasi di sekitar anda.

Accessories & Modification Motorcycle Show

Posted by admin on August 10, 2009 | 2 comments

amms 001
amms 008

Satu lagi event sempat hadir di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, kali ini bernama “the 1st Accessories & Modification Motorcycle Show”. Garapan bersama Majalah Motobike, Bikers dan R2 beserta seluruh sponsornya ini berlangsung dua hari, 8 dan 9 Agustus 2009. Dengan tema “1st’ tentunya ini menjadi agenda perdana untuk terus mengisi event-event bernuansa otomotif. Baru saja kelar Pekan Raya Jakarta sebagai ajang pamer produk baru dari para ATPM, lalu International Indonesia Motor Show dan kini dengan tema yang mengerucut hanya berkutat pada aksesoris berkendara dan pameran modifikasi.
amms 007
Dengan akses yang gratis pengharapannya adalah banyaknya pengunjung di dua hari selama pameran. Pada saat kami hadir pengunjung tampak belum memenuhi booth-booth penjualan. Apparel memenuhi stand mulai dari pemenuhan kebutuhan helm, box motor, jaket, tas, celana, sarung tangan, hingga part-part modifikasi yang disediakan beberapa rumah modifikasi. Hadir pula satu booth alat-alat camping, ini cocok buat para adventurir yang mencari barang-barang yang ringkas untuk dibawa dalam motor.
amms 003
Tak ketinggalan ajang modifikasi yang melibatkan motor-motor skutik dari berbagai merk. Ada yang tampil minimalis hingga extreme, dari yang ber cat sederhana hingga glamour bermain warna. Di pentas modifikasi ini pula para modifikator unjuk kemampuan kepada para calon konsumennya.
amms 002
Secara umum event ini tampil cukup baik dan sederhana. Maklum karena mungkin baru pertama kali digelar dengan konsep aksesoris dan modifkasi. Dengan tanpa biaya masuk pula. Satu hal yang lagi-lagi tertinggal oleh para pengisi booth yaitu ketiadaan pesan-pesan keselamatan. Poin penting buat diberikan pada konsumen agar tidak hanya memikirkan tampilan dan performa motor tapi juga memperhatikan unsur keselamatan.
amms 006
Bisa saja kampanye aman berkendara ini dihidangkan melalui banner-banner atau spanduk dari panitia maupun sponsor dan pengisi booth. Cantumkan informasi sederhana dan mengena agar bisa ditangkap pengunjung dengan cepat. Nilai minus yang tampaknya bisa dijadikan masukan dan perbaikan untuk event sejenis di masa-masa mendatang. Fenomena tumpah ruah nya sepeda motor tidak dibarengi dengan pembenahan mental berkendara. Aksesoris boleh keren tapi belum tentu dengan mentalitas nya. Ini bisa menjadi poin plus event sejenis agar bisa tampil beda.

Tags:

“Safety Boot” untuk Anda

Posted by admin on August 5, 2009 | One comment

safety boot 01

Bagi rider yang ingin mencari alternatif sepatu ‘bikers’ kini tersedia satu alternatif lagi. Tidak ada nama besar di cap sepatunya namun cukup pantas menyandang sepatu yang pas buat naik motor. Ala sepatu ’safety’ yang lain, sepatu ini memiliki desain boot yang tinggi, melebihi mata kaki. Desainnya juga terlihat kokoh. Pengikatnya menganut sistem velcro dan retsleting, di dalamnya ditambah semacam lapisan perlak yang kedap air.

Sepatu produksi kota Garut ini di banderol dengan harga rp.270.000,-. Saat ini memang belum banyak tersedia di toko-toko aksesoris atau apparrel roda dua. Namun ketersediaan stok bisa mengandalkan person-to-person yang menjual barang ini secara gerilya di lintas komunitas/klub roda dua.

safety boot 02

Sepatu ini cocok baik dipakai harian maupun perjalanan jauh (touring). Sepatu ‘memegang’ kaki dengan nyaman dan sol sepatu juga ber motif layaknya sepatu ’safety’ yang tidak licin saat digunakan. Nilai lebih nya ada di sistem pengikat tadi yang sepertinya dapat mencegah air masuk. Hingga saat ini memang belum dilakukan tes saat hujan karena hujan memang belum lagi turun. Satu banderol yang ditemukan dalam alas sepatu hanyalah tulisan/merk ‘YUTIES’. Sepertinya nama tidak begitu penting -meski namanya genit- sejauh sepatu ini memenuhi kriteria sepatu ’safety’ yang aman dan nyaman di gunakan saat berkendara.

Tags:

Powered by Wordpress and Stripes Theme Entries (RSS) | Comments (RSS)