Old posts

Brad Pitt Kecelakaan Motor

Posted by admin on October 29, 2009 | 3 comments

Berita menarik muncul di DetikHot pada tanggal 27 Oktober 2009 lalu. Berita yang bisa dibaca DISINI menceritakan peristiwa naas yang dialami aktor ganteng Hollywood yang juga pasangan artis seksi Angelina Jolie, siapa lagi jika bukan Brad Pitt.

Photobucket

Dikabarkan Brad Pitt gagal mengendalikan motor nya hingga terjatuh. Kecelakaannya mungkin tidak membuat Pitt cedera serius karena dia mampu berdiri setelah diberi pertolongan oleh warga sekitar.

Yang patut dicermati adalah ketiadaan kewaspadaan sang aktor terhadap situasi sekitar. Kabarnya Pitt tengah melambaikan tangannya ke paparazi sementara di lain berita disebutkan Pitt gagal menghentikan kendaraan ketika lampu lalu lintas berwarna merah. Apapun kronologis asli nya sudah sepatutnya berkendara dipandang sebagai sebuah aktifitas yang berbahaya.

Ada kutipan menarik yang disemburkan sang istri ke sang suami yaitu soal berbahayanya naik motor. Mungkin pada saat syuting tingkat bahaya bisa dikurangi oleh peran para pemain pengganti. Tapi jika bermain di jalan raya semuanya adalah resiko pribadi.

Tags:

Urang Bandung memang Pooll … part 2

Posted by admin on October 28, 2009 | 2 comments

Pelatihan untuk staf Unilever area Bandung Jawa Barat tiap akhir pekan pun berlanjut. Kali ini diadakan untuk batch 3 (17-18 Oktober 2009) dan batch 4 (24-25 Oktober 2009). Masih bertempat di Hotel Bumi Asih Jaya untuk sesi teori dan lapangan parkir Graha Batununggal, Bandung untuk sesi praktek.

bandung34_03

bandung34_10

Dalam kegiatan ini rata-rata peserta adalah 45 orang dengan beragam latar belakang pekerjaan namun memiliki kesamaan dalam hal moda transportasi harian. Seperti diketahui bersama bahwa sepeda motor adalah moda transportasi paling murah yang bisa dijangkau. Tapi secara tidak sadar sebenarnya pengendara motor terus bergelut dengan resiko bahaya selama perjalanan.

Pada pelatihan dari JDDC Crash Free Int’l untuk PT Unilever inilah para peserta diharapkan terbuka pemikirannya dalam hal ‘road safety’. Praktek di lapangan bukan untuk menguji ’skill’ atau kemampuan tapi lebih kepada hal ’safety awareness’.

Untuk meng-koreksi serta memperbaiki hadir 3 instruktur JDDC di sesi Closed Track dan 4 instruktur di sesi jalan raya (Commentary Riding). Atas dasar koreksi-koreksi inilah di harapkan para peserta pelatihan dapat memperbaiki diri dalam hal berkendara yang aman. Dengan kondisi berkendara yang aman maka diharapkan pula pencapaian yang maksimal dalam hal pekerjaan.

BATCH 3

bandung34_11

bandung34_08

bandung34_06

bandung34_07

bandung34_05

bandung34_01

bandung34_02

BATCH 4

bandung34_18

bandung34_11

bandung34_13

bandung34_14

bandung34_16

bandung34_20

bandung34_19

Tags:

Helm Lokal juga Handal

Posted by admin on October 22, 2009 | Comments Off

Selasa 20 Oktober 2009, redaksi JDDC-OL berkesempatan menjadi salah satu peserta dalam sebuah ‘Plant Tour’ ke PT. DMI (Dinaheti Motor Indonesia) di bilangan lingkungan pabrik berikat Cikarang Jawa Barat.

DMI_009

Atas inisiatif LSM yang bergerak di bidang Road Safety yaitu RSA (Road Safety Association), 20-an peserta yang hadir berkesempatan melihat ‘dapur’ pembuatan helm produsen yang memproduksi brand Ink, Kyt, Mds hingga label Airoh dan AGV serta beberapa merk lain untuk konsumsi ekspor.

Hadir sebagai teman bicara para peserta baik saat sesi dalam ruang maupun tur pabrik adalah bapak Thomas Lim selaku GM Manufacture dan bapak Henry Tedjakusuma selaku Director PT DMI sekaligus Owner. Dua sosok terdepan PT DMI ini lah yang terus sepanjang acara memberikan banyak penjelasan soal pernak-pernik helm dan produksi nya.

Salah satu penjelasan menarik di sesi awal pertemuan adalah usaha pak Lim meluruskan informasi istilah helm yang kadung salah kaprah dan salah sebut di kalangan masyarakat. Klasifikasi helm dibagi dua bagian yaitu Bentuk dan Estetika Grafik. Mengenai ‘Bentuk’ akan dijelaskan seperti di bawah ini :

  • Half Face. Ini adalah model helm berbentuk setengah wajah. Di Indonesia dikenali dengan nama helm catok/cetok, bukan Half Face. Indonesia sendiri secara peraturan sudah melarang penggunaan helm jenis ini.
  • Open Face. Ini adalah model helm yang menutup seluruh kepala tapi tidak sampai menutup dagu. Di Indonesia sendiri dikenal dengan nama Half Face, sedangkan istilah Half Face sendiri sebenarnya diperuntukkan untuk helm jenis setengah kepala (cetok).
  • Full Face. Ini adalah model helm yang mampu melindungi kepala secara penuh hingga dagu. Jenisnya sendiri bermacam-macam mulai dari Street Helmet, Racing Helmet, Off Road Helmet, hingga Snowmobile Helmet.

Kelar meluruskan informasi istilah helm dan berbagi informasi seputar metode tes SNI (Standar Nasional Indonesia) peserta di arahkan menuju ruang produksi helm. Alur proses pencetakan, pengecatan hingga perakitan helm dapat dilihat secara langsung oleh peserta.

Yang lebih menarik tentunya adalah saat peserta dipersilahkan masuk ruang laboratorium tes kelayakan sebuah helm. Disini terlihat semua proses seperti tes pada batok helm hingga tes pada tali pengikat (chin strap). Proses tes pada batok meliputi Uji serap energi kejut, uji penetrasi, uji ketahanan impact miring hingga uji pelindung dagu. Sementara pada pengetesan tali ikat (chin strap) dilakukan uji kehandalan sistem penahan pada tali serta uji efektifitas sistem penahan.

Semua uji ini sudah mengacu ke metode tes internasional dimana ‘rule’ nya juga diatur oleh Badan Standarisasi Nasional yang mengeluarkan cap SNI pada setiap produk yang keluar. Lalu bagaimana dengan ancaman tindak tilang pada helm-helm yang tidak bertanda SNI ? Tidak perlu khawatir, penekanan ini masih ditujukan pada produsen untuk memproduksi helm nya secara baik dan memberikan label ‘emboss’ di belakang helm.

Bisa ditarik kesimpulan sederhana bahwa helm-helm produksi PT DMI sudah mampu menelurkan produk terbaik sesuai standar keselamatan. Dengan tingkat produksi sekitar 500.000 unit per tahun PT DMI ber komitmen untuk terus memberikan produk terbaik untuk semua konsumennya. “Mau selamat tidak harus mahal, helm lokal masih handal !”, begitu ringkas Rio Octaviano sebagai ketua RSA dalam kesempatan bicara di pembukaannya. Mari sama-sama gunakan produk dalam negeri.

DMI_002

DMI_006

DMI_003

DMI_004

DMI_005

DMI_011

DMI_010

DMI_008

DMI_007

photos by : Henry Parasian - KHCC/RSA

Tags:

Always Drive Safe with SXCI

Posted by admin on October 21, 2009 | No comments

Always Drive Safe with Suzuki X-Over Club Indonesia. Begitulah ajakan positif yang dikeluarkan oleh SXCI, klub roda empat pengguna varian Suzuki di Indonesia. Jakarta, 17 Oktober 2009, bertempat di Suzuki Serpong sebagai kelas teori dan Lapangan Parkir Makro Alam Sutera sebagai kelas praktek peserta berjumlah tak kurang dari 30-an ini tampak menikmati setiap sesi yang digelar oleh JDDC Crash Free Int’l.

Photobucket

Pada sesi teori dipandu langsung oleh Founder dan Training Director Jusri Pulubuhu, sementara sesi praktek langsung dipandu oleh 4 orang intruktur. Pada sesi teori sendiri mengedepankan perihal ‘Road Traffic Accidents and the Consequences” dan “the Low Risk Driving Techniques”. Pada sesi praktek peserta dihadapkan pada pelatihan “Panic Braking” dan permainan “Judging” dimana ada simulasi ber manuver baik ke kiri, tengah maupun kanan.

Photobucket

Photobucket

SXCI sendiri adalah wadah para pemilik kendaraan roda empat Suzuki X-Over. Awalnya mereka berada di sebuah mailing list sx4-club-indonesia@yahoogroups.com yang lalu secara resmi berdiri pada 23 Februari 2008. Mau tau lebih banyak soal SXCI langsung saja masuk ke http://www.sxci.or.id/

Mengenai istilah crossover atau x-over ini muncul karena inilah bentuk perpaduan antara MPV (Multi Purpose Vehicle) dan SUV (Sport Utility Vehicle). Menarik bukan ?

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Tags:

Urang Bandung memang Pooll …

Posted by admin on October 13, 2009 | One comment

Setelah Jakarta, Cikarang, Purwokerto, Jogjakarta serta Solo kini lokasi pelatihan bagi staf dan karyawan lapangan PT Unilever hadir di Jawa Barat, tepatnya Bandung dan menyusul Cirebon serta Tasikmalaya. Pada 3-4 Oktober serta 10-11 Oktober 2009 telah sukses dijalankan pelatihan batch awal yang dihadiri peserta tak kurang dari 40-an partisipan.

bandung_09

bandung_01

Atas dasar kepentingan memperoleh pengetahuan baru serta mengasah ‘awareness’ atas kemampuan berkendara inilah PT Unilever mendatangkan kembali pelatihan Crash Free Riding dari JDDC Crash Free Int’l. Tak berbeda dengan pelatihan-pelatihan di kota lain peserta dihadapkan pada materi-materi serta pengetahuan baru dimana pada prakteknya ilmu-ilmu ini akan sangat bermanfaat bagi mereka yang pada operasionalnya selalu bersinggungan dengan berkendara.

Acara pelatihan yang diselenggarakan di aula Hotel Bumi Asih Jaya Bandung ini dibuka oleh sambutan dari Bapak Yongky Suatan selaku Area Sales Manager Area Bandung. Beliau menyampaikan berbagai harapannya termasuk agar peserta tetap fokus selama pelatihan berjalan karena manfaat yang ada hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri.

Pengendara boleh saja memiliki cukup ‘Skill’ atau keterampilan. Tapi ada satu poin penting yang ternyata menjadi kelemahan. Namanya ‘Defensive Riding Sense’, ini menyangkut sikap atau perilaku plus usaha-usaha antisipatif menghindari resiko.

Pada sesi ‘practical’ yang dilakukan di lahan parkir Graha Batununggal Bandung ini peserta juga dihadapkan pada pembelajaran soal ‘Skill Awareness’ dimana JDDC memberikan modul-modul yang kiranya bisa menjadi pegangan peserta dalam mengembangkan kemampuan berkendaranya serta sikap-sikap antisipatif yang perlu di lakukan.

Untuk area Bandung sendiri masih akan ada 4 batch lagi di pekan-pekan mendatang. Kita nantikan ada cerita menarik apa yang bisa diambil dari keseharian peserta. Tetap di web JDDC-Online.

bandung_08

bandung_10

bandung_06

bandung_07

bandung_02

bandung_03

bandung_04

Photobucket

bandung_12

bandung_11

bandung_13

Tags:

Powered by Wordpress and Stripes Theme Entries (RSS) | Comments (RSS)