Old posts
Posted by
admin on December 22, 2009 |
One comment
Pagi ini, di tengah gerimis kota Jakarta tampak seorang Polisi Wanita sedang sibuk menghampiri setiap pengendara roda dua. Ternyata petugas itu tengah membagikan flyer kecil berisi informasi Undang-undang Lalu Lintas soal penggunaan lajur kiri dan menyalakan lampu bagi roda dua.
Peraturan ini secara lengkap tertuang pada UU no.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Secara spesifik semuanya dapat dilihat pada pasal 107, 287 dan 293, berikut informasi kurungan maupun denda nya.

( Klik disini untuk memperbesar )
Sebuah sosialisasi memang mutlak diperlukan agar informasi per undang-undangan ini tepat sasaran. Dengan cara ini masyarakat pengguna roda dua akan mendapatkan edukasi bahwa ketika berkendara ada hukum yang harus di taati.
Bagaimana dengan fakta di kesehariannya ? Semua memang berbalik kepada individu-individu pengguna jalan raya. Ketaatan terhadap hukum tentunya refleksi kebaikan si pengguna jalan itu sendiri. Pihak Kepolisian -dalam hal ini Ditlantas- telah berupaya keras memberikan edukasi baik berupa kampanye aktif maupun yang sifatnya pasif dimana pengguna jalan dibebaskan mencari informasi hukum secara bebas melalui cara mereka sendiri.
Pembentukan individu taat hukum memang tidak seperti membalik telapak tangan. Disana juga harus ada sosok penegak hukum yang secara konsisten memberi peringatan jika terjadi kesalahan.
Mari sambut baik cara kampanye pembagian flyer pagi ini. Pengguna ruas jalan UKI-Cawang tadi pagi semoga dapat mengambil manfaat bahwa ada sebuah koridor hukum yang secara tegas melindungi keselamatan pengguna jalan secara signifikan. Jadilah pengguna jalan yang taat kapanpun, entah saat mengendarai roda dua, roda empat, penumpang bus bahkan pada saat berjalan kaki di sepanjang jalan kota sekalipun.
Tags: Law Enforcement
Posted by
admin on December 21, 2009 |
No comments
Salah satu perangkat pendongkrak gaya dalam berkendara salah satunya adalah JAKET. Jaket berfungsi sebagai pelindung badan mulai dari leher, lengan hingga dada. Tentunya dengan pemilihan bahan yang tepat sesuai dengan kondisi luar ruang saat berkendara dapat menjadikan perjalanan lebih nyaman. Jaket juga menjadi media pertama yang bergesekan dengan benda asing sebelum mengenai bagian tubuh pengendara.
Salah satu pilihan yang cukup bisa diandalkan disediakan oleh produk ber label AHRS. Yang termasuk dalam jajaran lemari koleksi jaket AHRS adalah yang ber label AHRS AIR TECH SYSTEM.
Warna
Tersedia warna merah-hitam serta hitam yang dapat menjadi pilihan bikers. Dari sisi ’safety’ warna terang lebih baik ketimbang gelap. Ini semata-mata untuk menarik mata pengguna jalan lain agar lebih ‘aware’ dengan posisi bikers saat berkendara.
Desain
Tersedia protektor pada siku dan bahu. Berfungsi sebagai peredam jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bikers saat berkendara, semisal jatuh. Protektor ini dapat di bongkar pasang semisal bikers ingin mencuci jaketnya setelah lama dipakai.
Sistem ikat menggunakan ‘velcro’ di bagian leher dan pinggang serta retsleting standar. Kantong berjumlah empat masing-masing dua di dada kanan-kiri serta dua di bawah kanan-kiri. Retsleting di bagian punggung dengan kantung tampaknya di sediakan jika bikers memiliki ‘hydropack’ atau kantung air minum yang bisa ditambah selang minum yang tersambung ke helm.
Pemakaian
Setelah melalui serangkaian ‘roadtest’ jaket ini sangat baik digunakan untuk harian. Dengan proteksi di bagian siku dan bahu plus bahan yang tidak panas desain ini tampak ramah dengan bikers dalam kota yang ingin tampil gaya bernuansa ’safety’. Pada lengan menggunakan desain ber-pori sehingga panas dapat hilang dengan cepat.
Perlu di ketahui pula bahwa jaket ini tidak tahan air (tidak waterproof) jadi tetap bikers harus menyertakan jas hujan jika hujan turun di tengah perjalanan. Begitu pula dengan lama perjalanan dan situasi lalu lintas. Jaket ini sedikit tidak cocok untuk perjalanan jauh dan lapang seperti turing. Sistem pori-pori nya bisa memberi efek dingin saat lalu lintas jauh dari kata macet. Untuk bikers yang gemar turing ada baiknya memilih jaket turing lain yang dikeluarkan oleh AHRS.
Jaket ini lebih mumpuni dan menang untuk pemakaian harian, kelebihannya jelas pada bahan yang cukup nyaman, tidak panas serta sudah dilengkapi protektor. Harganya pun tidak lebih dari 400 ribu dan mudah dijumpai di toko-toko aksesoris ternama plus tersedia di gerai resmi AHRS di bilangan Depok. Mudah bukan untuk tampi gaya di lalu lintas Jakarta ?












*Atas nama independensi, produk yang di review di beli langsung dari pasaran dan bukan atas dukungan produk yang tengah di review*
Tags: Product Review
Posted by
admin on December 16, 2009 |
No comments
( sumber berita ) Jakarta - Percaya atau tidak, aktivitas mengemudi yang paling sulit dilakukan adalah saat melakukan pengereman. Ya, piranti yang satu ini harus diperlakukan khusus, bila dianggap sepele, malah bikin celaka!
Direktur Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, sepertinya bisa memberikan sedikit gambaran mengenai aktifitas pengereman sebagai bagian dari dinamika kendaraan.
Pertama paradigma yang salah ketika membicarakan rem. Saat mobil direm, kadang terdengar bunyi decitan, maka itu adalah rem yang pakem. Benarkah? ternyata tidak.

Justru ketika melakukan pengereman, bunyi decitan seperti itulah yang harus dihindari, karena berarti roda sudah terkunci dan tidak berputar, sehingga tidak ada traksi atau gesekan antara ban dengan permukaan jalan.
Memang kaki sudah menginjak pedal rem, namun mobil belum tentu berhenti, karena ternyata bunyi decitan pertanda roda tidak berputar, tapi terseret. Saat seperti itu tidak ada yang bisa dilakukan, karena mobil tidak akan bisa dikendalikan.
“Kuncinya adalah, bagaimanapun keadaan mobil, usahakan roda tetap berputar,” ujarnya.
Karena ketika roda hanya terseret, tidak akan ada traksi, walaupun setir dibelokkan ke kanan atau kiri, tetap saja laju mobil tidak bisa diarahkan. “Orang sering bilang, itu rem nya blong, padahal tidak!” ujarnya.
Sehingga, saat ini sangat disarankan setiap mobil sudah menggunakan teknologi Anti Lock Brake Sistem (ABS), karena fitur tersebut bisa menjaga roda tetap berputar meskipun kita melakukan pengereman ekstrim.
Meskipun, Jusri tetap menyarankan, ketika melakukan pengereman jangan menunggu keadaan mobil terdesak, sehingga terpaksa melakukan pengereman.
“Akan lebih baik kalau kita mengantisipasi, sehingga bisa memperkirakan kapan waktu mengerem yang baik,” tambahnya.
( bgj / ddn )
sumber gambar
Tags: Drive Safe
Posted by
admin on December 16, 2009 |
No comments
( Sumber Berita ) Jakarta - Siapa yang tidak kesal ketika berkendara di ibukota Jakarta. Meskipun kita sudah mengemudi dengan baik dan benar, bisa saja pengemudi lain di sekitar kita melakukan kesalahan yang menyebabkan kecelakaan.
Karenanya, untuk mengantisipasi kejadian-kejadian tidak terduga di jalan raya seperti itu, baiknya kita menggunakan cara mengemudi defensif atau defensive driving.
Menurut Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, untuk jalan raya Jakarta yang semrawut, paling cocok dan aman adalah cara mengemudi defensive driving tersebut.
Maksudnya, ketika mengemudi kita mendeteksi sedini mungkin risiko apa saja yang kira-kira bakal terjadi, lalu berpikir bagaimana cara mengantisipasinya.
“Pertama, kita jangan pernah menyalahkan faktor di luar pengemudi dan mobil, ketika terjadi kecelakaan,” ujarnya ketika memberikan materi dalam Always Drive Safe, di sirkuit Bridgestone, Karawang, Sabtu (12/12/2009)
Jadi, papar Jusri, banyak anggapan yang salah terjadi pada masyarakat ketika terjadi kecelakaan. Seperti misalnya kita menabrak karena sedan hujan lebat sehingga pandangan terbatas. Kita pasti beralasan menabrak karena pandangan terbatas.
“Nah, sudah tahu pandangan terbatas, harusnya kita antisipasi dengan memperlambat laju mobil, jadi jangan menyalahkan pandangan yang terbatas,” ujarnya.
Sehingga, ketika di jalan raya, terkadang skill sehebat apapun seperti pembalap tidak akan berguna, bila tidak dilengkapi dengan cara berpikir yang benar dan menyadari risiko yang bakal diterima seorang pengemudi.
“Sejago apapun kita nyetir, tetap saja kita tidak akan pernah tahu apa isi kepala pengemudi lain,” cetus Jusri. ( bgj / ddn )
Tags: Drive Safe
Posted by
admin on December 16, 2009 |
No comments
( Sumber Berita ) Avanza Xenia Indonesia Club (AXIC) meraih gelar “Garda Oto Always Drive Safe Club 2009” hari Sabtu, 12 Desember 2009 di Bridgestone Circuit, Karawang.

Kampanye aman berkendara dalam bentuk kompetisi antar klub mobil ini, merupakan hasil kerjasama antara Asuransi Astra dan AstraWorld. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari 3 klub mobil ternama yaitu Avanza Xenia Indonesia Club (AXIC),TYCI (Toyota Yaris Club Indonesia), dan Teruci (Terios Rush Club Indonesia) serta pelanggan Garda Oto dan anggota Astra World.
Kampanye Always Drive Safe telah digencarkan Asuransi Astra untuk berbagai kalangan, dimulai pada tahun 2006 dimana kampanye ini dilancarkan diantara karyawan dan pelanggan. Selanjutnya tahun 2007, kampanye diteruskan juga kepada komunitas mobil (AXIC, HVC, ABC, DTC), instruktur sekolah mengemudi (Hutomus Yokonsa Jaya), dan siswa SMA (Seruni Don Bosco). Tahun 2008 yang lalu safety driving ditujukan untuk para jurnalis di Indonesia. Di tahun 2009, kegiatan ini kembali mengundang berbagai komunitas mobil yaitu Nissan Livina Club dan Suzuki X-Over Club Indonesia. Pelatihan Always Drive Safe juga sempat diadakan secara khusus dirancang untuk kaum wanita pada bulan Febuari 2009. Kegiatan ini juga merambah pusat perbelanjaan seperti yang diadakan pada bulan November 2009 di Pondok Indah Mal 2 dan Garda Aula dengan tema “Always Drive Safe:Family On Board” yang mengajak para orang tua untuk berkendara aman demi keselamatan keluarga. Kampanye dengan tema yang sama juga diadakan bersamaan dengan penyerahan hadiah program Garda Oto Loyalty Fiesta (GOLF) dan lomba gambar anak di kantor Asuransi Astra TB Simatupang di bulan yang sama.
Dalam kampanye kali ini Asuransi Astra menggandeng AstraWorld untuk mewujudkan inovasi baru dalam menggiatkan aman berkendara di jalan raya dengan mengadakan pelatihan sekaligus kompetisi antara 3 klub otomotif ternama yaitu TYCI (Toyota Yaris Club Indonesia), Sirion Indonesia Club, Teruci (Terios Rush Club Indonesia) dan AXIC (Avanza Xenia Club) demi memperebutkan gelar “Garda Oto Always Drive Safe Club 2009“.
Selama acara berlangsung peserta dibekali materi safety driving yang merupakan hasil kolaborasi dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) dan Garda Oto Racing Team. Sementara itu penilaian dalam kompetisi ini didasarkan pada uji penguasaan materi serta berbagai permainan dan kuis yang diadakan dalam sesi indoor dan outdoor. Selain penguasaan materi, penilaian dari kompetisi ini juga menilai kekompakan dari tim.
Indoor class training mengulas Road Traffic Accidents and The Consequences dan The Low Risk Driving Techniques. Sementara itu Outdoor Session akan mengulas mengenai Evasive Breaking&Judge and React (reaksi mendadak dalam keadaan darurat), Blown out (kondisi ban belakang pecah), Skid Control (kondisi tergelincir) dan Break and Slipery (pengereman di kondisi licin karena jalanan yang becek).
Selain kompetisi safety driving, pada kesempatan kali ini peserta juga diberi kesempatan untuk merasakan tandem bersama Fitra Eri, pembalap Garda Oto Racing Team dan Taqwa SS, manajer teknis Garda Oto Racing Team. Beberapa peserta yang beruntung mendapatkan pengalaman duduk di kursi penumpang Toyota Yaris dan Toyota Vios mobil balap andalan Garda Oto Racing Team yang melaju dengan kecepatan lebih dari 150 Km/Jam mengelilingi Bridgestone Circuit.
Laurentius Iwan Pranoto, Marketing Communication dan Public Relations Head PT Asuransi Astra Buana, mengungkapkan bahwa acara ini memang sengaja secara khusus mengundang pelanggan Garda Oto yang merupakan anggota klub mobil. “Acara ini diadakan sebagai privilege bagi pelanggan loyal kami. Sedangkan bentuk kompetisi antar klub mobil yang merupakan terobosan dalam kampanye aman berkendara dirancang agar peserta antusias dalam mengikuti sesi. Lebih lanjut peserta yang sebagian besar adalah anggota klub mobil diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan yang didapat ke lingkungan sekitar”.
Asuransi Astra akan selalu memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan road safety di Indonesia sesuai salah satu misi Asuransi Astra “to be a good corporate citizen to the communities where we live in“.
Tags: Big Event, Drive Safe