Old posts

Kenakan Helm ber-emboss SNI

Posted by admin on February 25, 2010 | 8 comments

Apa resolusi Motobiker di tahun 2010 ini ? Setelah setidak nya sudah mampu mengendalikan motor dengan baik maka sekarang saat nya mengenal lebih dekat dengan per-undang-undangan yang mengatur keselamatan pengguna jalan di jalan raya.

oke donk helm nya

Mulai edisi ini JDDC Crash Free Int’l akan mengajak Motobiker melihat lebih dekat dengan UU Lalu Lintas no.22 tahun 2009. Sebuah Undang-Undang baru yang layaknya disikapi dengan bijaksana dan melihatnya dari kacamata keselamatan.

Kita mulai satu per satu dan dimulai dari HELM.

Helm adalah pelindung kepala. Di Indonesia dikenal tiga jenis helm. Ada sedikit yang perlu di koreksi tentang klasifikasi helm. Helm half-face yang sudah lama dikenal disini sesungguhnya secara internasional klasifikasi nya masuk ke jenis OPEN FACE (muka terbuka). Sementara istilah HALF FACE sendiri sebenarnya ditujukan kepada jenis helm yang lebih terbuka seperti model cetok yang kita kenal sekarang.

Bagaimana dengan FULL FACE. Tentunya semua sudah mafhum mana yang dimaksud dengan helm jenis Full Face. Ini adalah helm jenis terbaik yang dapat melindungi seluruh bagian kepala. Tentunya jangan sampai mengikat nya sampai terdengar bunyi KLIK.

Berkaitan dengan UU LaLin no.22 tahun 2009 maka HELM adalah perangkat wajib yang harus menyertai pengendara saat berkendara di jalan raya. Helm yang dipakai pun wajib memiliki label SNI dengan sistem emboss di belakang batok helm bagian bawah. Harga pasar helm-helm berkualitas pun sudah terjangkau dan sudah banyak di temui di toko-toko helm terkemuka di sekitar Motobiker.

Pasal yang siap menjerat adalah PASAL 57 AYAT (2) dan PASAL 106 Ayat (8). Sanksi nya bisa dikurung SATU BULAN atau denda paling banyak RP.250.000 (pasal 291).

Peraturan dibuat demi keselamatan dan kiranya poin tentang HELM ini bisa disimak baik-baik dan di aplikasikan secara baik pula. Karena bagaimanapun jika helm rusak atau pecah masih bisa dicari gantinya. Bagaimana dengan kepala ?

Mari sama-sama kita dukung peraturan ini dan mulailah ajak rekan-rekan terdekat Motobiker untuk memakai helm yang benar dan aman serta sudah di berikan label emboss resmi SNI.

Motobike 036

[silakan klik untuk melihat file yang lebih besar]

Tags: , ,

Pilih helm ber-SNI, Pilih SELAMAT !

Posted by admin on February 24, 2010 | 8 comments

Bangsa yang besar, bangsa yang menghargai Standar Nasional Indonesia. Kalimat menggugah yang diharapkan mampu membuat warga negara Indonesia menggunakan produk dalam negri. Salah satunya adalah melalui penggunaan helm ber-standar nasional (SNI). Per 1 April 2010 akan resmi diberlakukan penggunaan helm ber-standar nasioanal ini seperti tertulis pada ‘Blasting SMS’ yang di uji coba pada acara seminar / panel diskusi Forum Komunikasi Kehumasan Badan Standarisasi Nasional (BSN) ber tajuk “Membangun Budaya Standar Melalui Pemberlakuan Wajib SNI Helm”.

SNI_03

Acara yang dihelat di Hotel Menara Peninsula (Selasa, 23 Februari 2010) dihadiri empat narasumber dipandu oleh moderator Fifi Alydia Yahya. Masing-masing narasumber datang dari Bidang Informasi dan Pemasyarakatan BSN, Departemen Perindustrian, Kepolisian hingga Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI).

Kompetensi produksi helm domestik sendiri saat ini sudah sesuai dengan level standar internasional. Maka diharapkan dengan kesiapan teknologi pengetesan dan produksi pada akhirnya akan tercipta produk-produk helm handal yang secara kualitas mampu melindungi para end-user yaitu para pengguna roda dua di tanah air.

Jika menilik perbandingan produksi sepeda motor dari AISI dengan produksi helm dari seluruh anggota AIHI maka dapat dilihat perbandingan sebagai berikut :

  • 2008 : AISI dengan produksi 6.264.265 unit dibarengi produk AIHI dengan 10.500.000 pcs
  • 2009 : AISI dengan produksi 5.800.000 unit dibarengi produk AIHI dengan 14.800.000 pcs
  • Pada 2010 ramalan produksi ada pada angka 6.300.000 unit dari AISI dibarengi produk AIHI dengan 24.000.000 pcs.

Jumlah yang cukup untuk melindungi seluruh pengguna jalan raya.

Fakta di lapangan mencatat bahwa angka kecelakaan tetap saja ada di angka yang mengkhawatirkan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa 88 % korban kecelakaan sepeda motor mengalami cedera di kepala, ini berarti benturan yang terjadi memang akan memposisikan korban pada situasi yang berbahaya. Dan disinilah helm menjalankan fungsinya demi mengurangi tingkat fatalitas cedera yang akan mampir ke kepala.

Disinilah peran sertifikasi yang dilakukan oleh BSN dengan SNI nya. Tanda SNI nya sendiri adalah sebuah tanda yang mengisyaratkan sebuah produk telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebuah SNI yang dibuktikan dengan serangkaian pengujian oleh lembaga penilaian kesesuaian (Lembaga Sertifikasi Produk dan Laboratorium Uji) yang telah di akreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional. Bentuk tanda SNI nya di sebuah helm adalah dengan sistem emboss (cetak) di belakang batok kepala. Bukan dengan stiker.

Bagaimana saat berhadap-hadapan dengan helm impor yang kata sebagian pengguna jauh lebih baik. Sesungguhnya ini hanya masalah belum ada kepercayaan yang cukup dan kurangnya sosialisasi yang membumi. Dilihat dari tahapan tes yang dilakukan para produsen helm dapat terlihat bahwa metode pengujian sudah menyamai level internasional. Jadi tidak usah khawatir dengan kualitas yang muncul di produk-produk helm domestik. Tiap negara punya sertifikasi sendiri, dan jika bicara wilayah hukum dalam negri tentunya sertifikasi legal yang dimiliki adalah versi SNI dan bukan sertifikasi luar.

Untuk melengkapi sosialiasi penggunaan helm ber-SNI maka BSN berencana melakukan roadshow Surabaya, Jogjakarta, Semarang, Bandung, Serang hingga Jakarta yang akan melibatkan berbagai klub/komunitas roda dua. Rencananya sosialisasi ini akan dihelat pada 25 Maret hingga 1 April 2010.

Mari kita cintai produk dalam negri dan sertifikasi domestik. ” Ingat, mulai 1 April 2010, Pengguna sepeda motor mengenakan helm ber-SNI (Standar Nasional Indonesia). Pilih ber-SNI, Pilih SELAMAT! Info: www.bsn.go.id “.

SNI_02

SNI_01

Tags: ,

Rally Asik bersama ASICKERS

Posted by admin on February 22, 2010 | No comments

Event menarik bertajuk ‘1st ASICKERS Rally Harley-Davidson‘ bakal segera digelar. Sebuah konsep rally yang memadukan wisata dan pengetahuan perihal ‘Safety Riding’. Rute yang akan jadi tantangan adalah Jakarta - Baturaden untuk Etape 1 serta Baturaden - Jogjakarta untuk Etape 2. Rencananya Rally ini akan digelar pada 25-28 Februari 2010.

Photobucket

Minggu malam, 21 Februari 2010 Asickers resmi menggelar ‘Press Conference’ soal kegiatan ini. Bro Maulana Hasanuddin selaku Demank -sebuah istilah untuk ketua perwakilan- tampak semangat memberikan keterangan kegiatan pada sejumlah insan pers otomotif yang hadir di Kampung Obor di bilangan Prapanca Jakarta Selatan.

Paradigma konvoi bernada arogan tampak coba di hilangkan oleh Asickers. Jika umumnya konvoi motor besar berjumlah puluhan bahkan ratusan, kini sistem Rally akan merombak habis pengaturan konvoi. Rencananya per klotur hanya akan di isi oleh 5-7 motor saja. Panitia dan juri memberikan kebebasan dalam permainan yang tentunya di dalam permainan Rally sendiri sudah ada batasan waktu agar peserta tidak mendapatkan penalti.

JDDC Crash Free Int’l melalui Jusri Pulubuhu yang ada di balik layar permainan akan memberikan kuis yang variatif mulai dari pengenalan UU Lalin terbaru hingga pembelajaran berkendara aman dengan motor besar. Pemenangnya sendiri akan diganjar trofi dari panitia.

Seperti dikatakan bro Maulana sang Demank Asickers, “Jika elo orangnya Asik maka elo adalah Asickers!”. Maka diharapkan kegiatan Rally ini akan jadi kegiatan yang ‘asik’ dan langsung di amini oleh member Asickers yang memadati ruangan. Sebuah cara apik untuk merevisi paradigma negatif soal keberadaan motor-motor besar. Sukses buat Asickers !!

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Tags: ,

Peringatan ‘Awas Lelah’ dari Castrol Indonesia

Posted by admin on February 19, 2010 | No comments

JDDC Crash Free Int’l di dua tempat yang berbeda sukses menggelar pelatihan untuk PT Castrol Indonesia pada 18 Februari 2010. Satu kelas untuk kelas “Refreshment” di gelar di Hotel Santika dan halaman parkir Makro Serpong masing-masing setengah hari untuk teori dan setengah hari praktek. Sementara kelas lain bagi “Initial Class” dilakukan di Gedung Arcadia Jakarta Selatan, yang tak lain adalah kantor pusat dari PT Castrol Indonesia. Total peserta terkumpul dari dua kelas tadi adalah 17 peserta.

Pada kelas “Refreshment” kelas dipandu oleh Jusri Pulubuhu ditemani Rudy Novianto dan Haikal Rozi, sementara pada sesi siang dalam praktek dikawal langsung oleh instruktur Herry Wahyudi dan Poedyo Santoso (Ipung). Sementara di kelas “First Timer” hadir instruktur Dicky BS dan Diki Lestariono.

Photobucket

Poin esensial yang coba ditekankan Castrol Indonesia pada karyawannya adalah soal FATIGUE. Momok menakutkan bagi pengemudi/pengendara jika terjadi tiba-tiba saat berada di jalan raya. Lengah akibat kantuk dapat merubah hidup manusia dalam sepersekian detik saja.

“Fatigue” muncul dalam berbagai bentuk. Utamanya pada saat seseorang tengah kehilangan waktu istirahat. Banyak antisipasi kerap dimunculkan oleh pengemudi ketika didera keletihan, seperti menyalakan radio hingga membuka kaca lebar-lebar agar mendapatkan angin segar. Sebenarnya usaha ini hanya bersifat sementara (temporary).

Usaha paling aman yang bisa dilakukan adalah TIDUR. Ini pun bisa di siasati dengan menggunakan pemberhentian di sisi jalan sebagai tempat istirahat. Tidur efektif 15 menit sesungguhnya dapat mengembalikan pengemudi ke situasi yang lebih fit, tentunya lebih aman untuk melakukan perjalanan. Maksimalkan saja MANAJEMEN PERJALANAN.

Materi FATIGUE diharapkan menjadi ilmu penting dalam menyiasati bahaya. Dan Castrol Indonesia yakin akan hal itu.

Suasana pelatihan sesi Refreshment :

refcastrol01

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Modul BLOWN OUT dan PANIC BRAKING

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Suasana Sesi Commentary Riding untuk “First Timer”

Photobucket

Photobucket

Tags: ,

Tiga Sesi Waktu untuk Berbagi

Posted by admin on February 12, 2010 | No comments

Kamis, 11 Februari 2009 bersama PT SAIPEM-Indonesia, JDDC Crash Free Int’l mengadakan talkshow ‘Road Safety’ dengan tajuk “MARI BERBAGI”. Event talkshow ini hadir sebagai bagian dari Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Berkendara Aman di Jalan Umum yang dijalankan oleh PT. Saipem.

PT SAIPEM-Indonesia sendiri adalah sebuah ‘Oil and Gas Service Company’ dengan induk ENI asal Italia. Di Jakarta PT Saipem berkantor di Setiabudi 1 lt.6 Kuningan Jakarta Selatan.

saipem09

Talkshow ini dipandu langsung Training Director JDDC Crash Free Int’l Jusri Pulubuhu. Talkshow terbagi tiga sesi dengan masing-masing sesi berisi tak kurang dari 60-an peserta. Total perkiraan dalam tiga sesi bisa mencapai kurang lebih 180-an peserta. Jumlah yang cukup banyak dan tampak selalu antusias melihat materi yang dibawakan. Sebagai pembuka pada kata sambutan hadir bapak Nyoman Seniawan selaku Quality, Helath, Safety, and Environmental (QHSE) Manager, beliau mengingatkan segala hal yang berkaitan dengan keselamatan perjalanan. Setiap hari tak kurang ada 800 trip (dari 400-an karyawan) yang sesungguhnya tetap menyimpan potensi bahaya jika perjalanan (trip) ini tidak disiasati dengan baik dan aman.

“MARI BERBAGI” adalah sebuah topik sederhana dimana JDDC mengajak peserta untuk lebih memberikan empati lagi ke sesama pengguna jalan. Berbagi jalan karena jalan raya adalah milik bersama. Pada pelaksanaannya kelas diberi berbagai macam cuplikan video mulai dari kecelakaan yang menimpa pejalan kaki, kompilasi iklan peduli keselamatan hingga aksi menegangkan yang terjadi di lintasan balap. Ini semata-mata demi membuka mata bahwa banyak aspek keselamatan yang harus dikedepankan pengguna jalan.

saipem08

saipem04

Fenomena sepeda motor menjadi momok menakutkan dimana pada presentasinnya JDDC juga menyibak data-data dan angka kecelakaan yang didapat dari berbagai sumber. Angka 10 kecelakaan dan 8 diantaranya melibatkan sepeda motor masih setia menjadi ‘headline’ setiap isi materi presentasi. Ini menyimpulkan bahwa berkendara dengan sepeda motor adalah sebuah aktifitas paling berbahaya yang dilakukan di muka bumi. Angka kematian per tahunnya sanggup melewati jauh angka kematian sebuah perang sekalipun.

Di setiap akhir sesi talkshow dilakukan tanya jawab dimana doorprize yang diberikan mencapai tiga buah helm full-face produksi dalam negri sebagai hadiah utama dan lima belas kaos JDDC sebagai hadiah tambahan. Pada sesi ini dapat terlihat betapa masih minimnya pengetahuan khalayak luas tentang teknik berkendara maupun etika nya dan JDDC hadir mencoba untuk memberi solusinya. Semisal betapa pentingnya pengecekan spion, fungsi rem , fungsi pedal gas, prosedur menyikapi bahaya hingga teknik antisipasi jika terjadi hal-hal di luar dugaan.

saipem12

Meski waktu terbilang cukup pendek namun terasa cukup padat sebagai menu pembuka mata peserta terhadap kebutuhan saling berbagi di jalan. Karena bagaimanapun kesemrawutan di jalan raya bukanlah efek dari ketidak mampuan tugas lampu pengatur jalan dan ketiadaan petugas lapangan, semua semata-mata lahir karena ketidak tahuan pengguna jalan terhadap poin bernama keselamatan dan peraturan yang ada.

Ingatlah bahwa saat kita berkendara ataupun mengemudi ada banyak pihak terlibat di belakang kita. Sekali kita celaka adalah kabar buruk bagi suami/istri/anak/keluarga/pasangan anda. Masih tidak mau BERBAGI JALAN ??

saipem13

saipem14

saipem02

saipem03

saipem01

saipem07

saipem11

saipem10

saipem05

road jalur lambat

Tags: , ,

Powered by Wordpress and Stripes Theme Entries (RSS) | Comments (RSS)