“Ini Medan, Bung!”

February 21 2012one Commented

Categorized Under: Mobil, Road News

Photobucket

“Ini Medan, Bung!”, kelakar teman saat menatap hiruk pikuk lalu lintas kota besar setelah DKI Jakarta dan Surabaya ini. Kelakar yang seolah menegaskan bahwa apapun yang terjadi dan tidak sesuai dengan pengharapan kita maka bersiaplah menerima kalimat “Ini Medan, Bung!”. Di tengah dinamika transportasi dan lalu lintas nya, Medan patut berbangga hati masih melapangkan jalan bagi keluarga besar Bentor untuk lalu lalang di tengah kota.

Di tengah pelatihan Crash Free Riding JDDC (11-12 Februari 2012) untuk klien PT PGN (Perusahaan Gas Negara) dimana sesi Commentary Riding dijalankan di jalan raya maka teman papasan kami adalah belasan Bentor dengan ke khas-an bentuknya. Berbeda dengan Bentor Gorontalo yang menempatkan motor di sisi belakang maka Bentor Medan motornya berada di sisi kanan. Ya, Bentor alias Becak Motor. Bentor juga digawangi mesin lawas yang masih patut diperhitungkan kekuatannya.

Photobucket

Jika mau menilik dari kaidah Safety Riding tentunya keberadaan Bentor dan pengemudinya jelas masih jauh dari kesan aman. Dengan pelindung kepala seadanya dan kaki terkadang beralaskan sandal jepit plus kaos sederhana menjadikan keberadaannya tetap unik di kota megah Medan.

Photobucket

Keunikan yang di amini oleh 25 peserta pelatihan yang datang dari berbagai unit di internal tubuh PT PGN. Pun ketika kami coba bertanya kepada peserta soal perilaku Bentor, lagi-lagi muncul kalimat tawa “Ini Medan, Bung!”. Ya, keberadaan nya unik, serbaguna serta serbabisa.

Photobucket

One Response to ““Ini Medan, Bung!””

  1. tama024 says:

    sangat tidak aman,…
    motor asal trobos lampu merah banyak terjadi di medan,…

    naik betor pun serasa naik wahana permainan yg sangat tidak aman

Leave a Reply