Berbelok dengan Aman
Berbelok dengan aman ? ah itu sih mudah, kan tinggal belok aja, kanan atau kiri, cukup nyalakan lampu sein dan yang lain pasti akan mengerti. Mudah kan. Sebenarnya tidak semudah itu. Banyak yang harus di waspadai ketika Motobiker hendak berbelok.
Faktanya banyak terjadi insiden maupun kecelakaan yang terjadi di sebuah tikungan (belokan). Pengendara kerap lalai memperhatikan situasi sekitar. Sebuah persimpangan banyak menyimpan potensi bahaya karena situasinya yang memiliki banyak jalur yang berlawanan berbentuk tikungan.
Perlambatan sangat diperlukan disini apalagi dengan kondisi yang ramai kendaraan. Aplikasi berkendara atau mengemudi defensif menitikberatkan pada perlunya kewaspadaan bagi pengendara untuk mengatasi situasi di sekitarnya.
Prosedur tetap berkendara dengan aman dan berusaha untuk menjauhi bahaya adalah sebagai berikut :
- Jika Motobiker ingin berbelok ke kiri. Sebelumnya pastikan situasi di belakang sudah bisa di awasi melalui kaca spion. Setelah aman nyalakan lampu sein, pastikan sudah menyala 50 m jelang berbelok. Arahkan pandangan ke kanan terlebih dahulu untuk melihat situasi di arah berlawanan. Kendaraan lain kerap enggan memperlambat kecepatan. Ini menjadi nilai minus pengendara kita yang bergerak di jalan raya. Perlambat kecepatan dan berhenti jika diperlukan dan jika dirasa tidak aman. Bergerak belok ke kiri setelah situasi aman.
- Jika Motobiker ingin berbelok ke kanan. Sebelumnya pastikan situasi di belakang sudah bisa di awasi melalui kaca spion. Setelah aman nyalakan lampu sein, pastikan sudah menyala 50 m jelang berbelok. Arahkan pandangan ke kiri terlebih dahulu untuk melihat situasi di arah berlawanan. Kendaraan lain kerap enggan memperlambat kecepatan. Perlambat kecepatan dan berhenti jika diperlukan dan jika dirasa tidak aman. Bergerak belok ke kanan setelah situasi aman.
- Waspadai rambu bertuliskan STOP. Fungsi rambu tersebut adalah sebagai pengganti lampu lalu lintas di sebuah persimpangan. Secara peraturan kendaraan seharusnya berhenti sejenak saat rambu STOP ini terlihat. Setelah sitasi aman baru diperkenankan bergerak sesuai arah yang dituju.
- Posisikan motor di posisi terdalam sebelum Motobiker berbelok. Hindari berubah jalur secara tiba-tiba yang potensial menghadirkan benturan antar kendaraan.
- Waspadai situasi sekitar tikungan akan kehadiran pejalan kaki. Biasanya di persimpangan banyak sekali pejalan kaki yang tengah berusaha menyeberang jalan. Waspadai juga daerah-daerah seperti pertokoan, sekolahan maupun gedung-gedung perkantoran yang terdapat di sekitar daerah Motobiker berbelok.
Dalam berbagai literatur keselamatan berkendara didapati bahwa persimpangan atau juga belokan menjadi penyumbang insiden terbesar. Acap kali pengendara melupakan untuk meng-observasi keadaan sekitar. Tak heran insiden-insiden berat maupun ringan kerap terjadi.
Teori internasional mengenal istilah SIPDE, teori ini memberikan Motobiker pemahaman bahwa seorang pengendara motor haruslah mampu menyikapi segala bentuk keadaan di saat berkendara. Scan-Identify-Predict-Decide-Execute adalah uraian teori SIPDE. Sebagai Motobiker mata harus terus bergerak mengawasi situasi di sekitar. Pun saat berbelok, amati secara seksama seluruh area di depan mata dan pastikan mengikuti langkah seperti ditulis di atas. Identifikasi kendaraan yang ber potensi bahaya. Lalu coba prediksi dengan pemikiran yang matang hingga akhirnya memutuskan perlakuan apa yang akan diambil Motobiker.
Selain SIPDE di atas, ada istilah lain yang muncul dan cukup dikenal di dunia internasional soal Road Safety. Teori SMITH System memberikan istilah “Five Seeing Habits”. Masing-masing adalah : Aim High in Steering-Keep Your Eyes Moving-Get the Big Picture-Make Sure Others See You-Always Leave Yourself an Out. Teori ini secara garis besar memiliki konteks yang sama dalam menyikapi ragam situasi saat Motobiker berkendara. Apalagi dengan konteks “BERBELOK” pada edisi ini dimana perhatian penuh harus kita tempatkan paling atas.
Sedangkan dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) sendiri memberikan alternatif pemahaman lain melalui konsep P.L.S. Yaitu Pandangan Aman-Lingkaran Aman-Sikap. Tiga hal ini yang harus dijaga agar Motobiker tidak mendekat dengan resiko kecelakaan di jalan raya, salah satunya di tikungan/belokan maupun persimpangan. Dalam program RIDE LIKE A MASTER dari JDDC Crash Free Int’l pemahaman konsep PLS ini selalu ditekankan secara serius.
Motobiker harus tetap berpegangan dalam prosedur berkendara saat berbelok ataupun dalam kondisi lain. Dalam kasus berbelok seperti di bahas dalam artikel ini, Motobiker haruslah memberi perhatian penuh dalam segala kondisi dan situasi.
Jadi sudah tau kan kalo berbelok tidak semudah yang dikira. Ada prosedur yang secara tidak sadar kerap terlupakan. Kini Motobiker bisa lebih berhati-hati saat berbelok di jalan yang ramai. Kerap kita selamat dari kecelakaan hanya karena sebuah keberuntungan semata.
( raw material for Motobike ed.25 )











