Tag: Health

Bikes Never Crash Alone

Posted by admin on July 15, 2010 | No comments

crash02

Kecelakaan bagi para motoris bisa terjadi kapan saja. Tidak pandang waktu, apalagi usia. Lihat video berikut via YouTube, sebuah penggambaran terpentalnya sepeda motor dan menghajar objek di sekitarnya. Iklan dari sebuah jasa asuransi ini terbilang cantik. Motor-motor berukuran besar dibuat sedemikian rupa merasakan pahitnya terbanting dan hancur.

BIKES NEVER CRASH ALONE. Pesan akhirnya menyiratkan bahwa ada objek lain yang akan terbanting. Siapa lagi kalau bukan pengendara. Masih berpikir bahwa naik sepeda motor itu tanpa resiko berat? Video ini mencoba menggali pikiran manusia dan berpikir soal resiko besar apa yang menanti saat berkendara. Pikirkan kembali.

Tags: , , ,

Merokok dan Mengemudi

Posted by admin on September 30, 2009 | 5 comments

OTOMOTIFNET - Bayangkan duduk di sebuah kursi model bucket seat yang dibalut dengan bahan enak dikulit. Ukuran seat yang pas dengan tubuh, suhu air conditioning yang sejuk, ditemani alunan suara dari sound system berkualitas wahid. Dengan power-nya, mobil meliuk-liuk di keramaian, ditambah sebatang kretek terselip di salah satu jari tangan. Wah…, nikmatnya!

Setelah melewati tol Cipularang tepatnya di lintasan Cikampek-Jakarta, puntung rokok kretek favorit saya jatuh dan menempel di celana. Seketika secara spontan mata dan kepala bergerak ke bawah, sementara paha bergerak membuka melebar. Tangan kiri yang sedang memegang kemudi (tangan kanan dengan rokoknya segera memegang kemudi) mencoba menghapus puntung yang menempel di paha. Menepuk-nepuk paha, ternyata berhasil, rasa panas pun hilang seketika.

Proses ini saya yakin hanya terjadi dalam beberapa detik (tidak lebih dari 2 detik). Mobil sudah berada di jalur tengah (dirumput) sedang mengarah ke lintasan lawan. Tanpa sadar dan secara spontan tangan kiri menarik kembali roda kemudi, berharap arah mobil dapat dikontrol. Gerakan tadi membuat roda-roda kehilangan traksi dan seketika mobil mengalami oversteer, berputar di tempat di permukaan rumput. Alhamdulillah…, kebetulan saya selamat!”

Itu tadi pengalaman Jusri Pulubuhu, seorang pakar safety driving. Perjalanan dari Bandung yang awalnya terasa nikmat, nyaris berakhir buruk gara-gara sebutir bara rokok. Masih yakin rokok bikin mengemudi dan perjalanan makin nikmat?

EFEK NIKOTIN

Sebuah studi oleh Human Psychopharmacology Research Unit, Universitas Surrey, Inggris, menemukan bahwa rokok ternyata membuat kemampuan mengemudi jadi lebih baik. Dalam uji coba dengan simulasi mengemudi nikotin terbukti membuat kemampuan psikomotorik jadi lebih baik. Kemampuan pengereman jadi lebih baik, sementara akurasi mengemudi meningkat setelah mengkonsumsi 2 batang rokok.

Menurut Encyclopedia of Drugs and Addictive Substances, nikotin merupakan komponen adiktif yang membuat rokok terasa nikmat. Nikotin membantu menyebarkan rangsangan saraf-saraf dan pelepasan adrenalin. Pada dasarnya nikotin menimbulkan 2 sensasi, merangsang saraf dan mental saat pengguna dalam situasi sulit dan rileks di situasi normal.

Itulah kenapa dalam penelitian tersebut kemampuan mengemudi jadi membaik setelah merokok. Nikotin dalam rokok meningkatkan daya ingat dan perasaan nyaman. Tapi, efek itu cuma sesaat. Sensasi nikmat dan merangsang syaraf tersebut akan segera hilang begitu persentasenya dalam tubuh menurun.

Tapi di mobil, efek rokok enggak cuma dari nikotinnya saja. Tapi juga asap dan debu-debu dari abu rokok. Walaupun dibuang di asbak pada dasbor, partikel debu rokok bisa beterbangan dan menempel di jok, doortrim, plafon dan bagian lain. Selain bau, debu-debu abu rokok yang menempel di jok dan bagian lain, potensial jadi problem pernapasan.

Penelitian Massachusettss General Hospital, Boston membuktikan bahwa partikel toksik rokok, bisa tetap menempel di permukaan sekitarnya dalam waktu yang lama setelah merokok. Termasuk jok, plafon atau doortrim, jadi enggak beda sama asbak. Padahal, menurut data National Toxicology Program AS, tembakau mengandung 250 gas beracun, termasuk butane yang terdapat dalam bahan bakar korek, toluene (seperti yang di thinner cat), chromium (yang dipakai untuk membuat baja), cadmium (bahan pembuat baterai), sampai hydrogen cyanide (dipakai sebagai senjata kimia).

DISTRAKSI

Inilah penyumbang kecelakaan terbesar. Sama seperti makan, mencari channel radio, mengganti CD musik atau menelpon, merokok merupakan aktivitas yang tergolong sebagai distraksi (pemecah konsentrasi) saat mengemudi. Distraksi menyebabkan pengemudi lambat memproses informasi, termasuk dari jalan. Distraksi  juga menurunkan konsentrasi dan memperlambat respon.

Banyak kecelakaan terjadi karena orang menikmati rokok selagi mengemudi. Menurut data National Highway Traffic Safety Administration, seperempat kecelakaan di AS terjadi karena pengemudi kehilangan konsentrasi. “Jalan raya adalah killing field, maka pengemudi wajib fokus terhadap tugas-tugas mengemudinya. Melakukan aktivitas fisik yang tidak terkait sangat tidak dianjurkan. Merokok sambil mengemudi memerlukan gerakan-gerakan fisik yang berulang-ulang, ini akan menambah kesibukan pengemudi saat gerakan lain dibutuhkan,” papar Jusri.

Penelitian di Jerman menunjukkan, saat mobil bergerak 50km/jam, mobil akan bergerak sejauh 14 meter dalam 1 detik saat pengemudi berusaha meraih rokoknya yang jatuh. Padahal, untuk mengambil rokok atau membersihkan bara yang membakar stoking, biasanya perlu lebih dari 2 detik. Selama itu, konsentrasi biasanya teralihkan dari jalan ke rokok atau kaki. Enggak heran, kalau muncul penelitian di Spanyol yang menunjukkan perokok dua kali lebih besar peluangnya untuk terlibat kecelakaan serius daripada bukan perokok.

Di Inggris, Skotlandia, Jerman dan Brasil, merokok di dalam mobil merupakan tindakan terlarang. “Di Inggris sejak 1 Juli 2009 kemarin, malah telah diberlakukan undang-undang pelarangan merokok sambil mengemudi. Pelanggarannya, berisiko denda sampai sampai £ 2,500, Rp 35 juta. Bahkan di USA pihak Cadilac merecanakan untuk menghilangkan asbak pada mobil-mobil produksi mereka,” jelas konsultan safety driving di Jakarta Defensive Driving Consulting tersebut.

Efek api atau puntung rokok yang lepas dari batang rokok berpotensi jatuh atau melekat ditubuh kita dan akan mengganggu konsentrasi pengemudi. Akibatnya, pengemudi hilang kendali arah kendaraan seperti dialami Jusri.

Kalau sudah begitu, apa masih nikmat? Duh!

Penulis/Foto: Nawita / Salim

Tags: ,

Fatigue

Posted by admin on September 10, 2009 | No comments

Secara tidak sadar kadang kita meremehkan kondisi tubuh yang di dera kelelahan. Apalagi saat mengemudi, terkadang tujuan perjalanan melupakan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.

FATIGUE. Terjemahan bebas nya adalah KELELAHAN atau KEPENATAN. Suatu kondisi yang amat berbahaya jika dibiarkan mendera pengendara, baik mobil maupun sepeda motor.

Photobucket

Berapa banyak dari kita yang selalu memaksakan diri mengemudi karena terdorong oleh urgensi yang lain. Meski menyimpan berbagai resiko acap kali masalah kepenatan itu kita abaikan. Padahal jika sudah terjadi sesuatu maka bayarannya bisa lebih besar dari yang kita bayangkan. Kecelakaan bahkan kematian.

Jelas ‘fatigue’ menyerang saat kita kekurangan waktu tidur atau istirahat. Pastikan waktu istirahat 7 hingga 8 jam dalam sehari  dapat terpenuhi. Perjalanan jarak jauh tentunya menghabiskan banyak stamina dan tenaga.

Bagaimana dengan hubungannya dengan puasa?. Saat dini hari tubuh kita sudah harus mengerjakan ritual Sahur. Ini jelas memangkas jam tidur malam. Pagi setelah shubuh bisa jadi tubuh kita melanjutkan pekerjaan yaitu melakukan perjalanan, contoh pergi ke kantor.

Grafik tubuh mengalami naik turun setiap hari nya. Berbagai literatur menyebutkan bahwa tubuh memerlukan setidaknya tujuh hingga delapan jam waktu tidur. Sementara di dalam tidur itu sendiri juga terjadi masa-masa kantuk, nyenyak hingga jelang terbangun.

Pada pagi hari tubuh masih bisa terbilang mampu menyesuaikan dengan keadaan dimana emosi masih bisa terjaga baik. Kebugaran tubuh masih tersisa. Seiring berjalannya hari maka kondisi tubuh pun akan mengalami perubahan.

Siang hari -apalagi saat ber puasa- tubuh akan mengalami penurunan stamina. Tanda-tanda ‘Fatigue Ringan’ mulai muncul. Resah, gerakan kacau, sering mengucek mata dan menguap adalah salah satu gejala fatigue ringan.

Pada siang hari inilah tingkat emosi mulai naik. Meski ajaran agama dalam puasa menghendaki kita untuk menekan emosi tapi tetaplah ada unsur-unsur yang secara tidak sadar meletup menjadi emosi. Kita sebagai pekerja yang juga pengendara harus mampu menyiasati gejala ini. Luangkan waktu untuk istirahat. Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan mutlak tubuh agar lepas dari kepenatan. Meski ada sedikit perbedaan arti dalam kata “istirahat” dan “tidur”, keduanya sama-sama sebuah solusi bagi tubuh untuk sementara berhenti dari aktifitas.

Photobucket

Grafik tubuh dan kepenatannya terus naik pada sore hari. Jelang berbuka puasa kerap pengguna jalan memutuskan untuk berkendara secepat mungkin agar bisa sampai di tujuan (*rumah). Atas desakan ketergesa-gesaan emosi rentan naik jika terjadi benturan ataupun gesekan. Penat ditambah emosi yang tinggi dapat saja berujung mencelakakan diri sendiri.

Waktunya kita mengatur kembali masa istirahat tubuh agar terhindar dari kepenatan.

sumber gambar : Disini dan disini

Tags:

Eco-Driving

Posted by admin on April 20, 2009 | One comment
  • Eco driving    : sebuah cara mengemudi yang dapat menghemat konsumsi BBM, pengurangan emisi gas buang, polusi suara dan pengurangan resiko kecelakaan di jalan raya.
  • Eco driving    : Mengemudi yang dapat memaksimalkan fitur technology yang tersedia pada , kendaraanya halus, nyaman dan dapat menghemat konsumsi BBM s/d. 5-10%

KUNCI ECO DRIVING? / GOLDEN RULES ECO DRIVING

Pada saat ini technology kendaraan semakin canggih, adanya beberapa fitur hitech yang salah satu tujuannya adalah peningkatan pada faktor; keamanan, kemampuan, kenyamanan menuju eco driving. Masalahnya tidak banyak orang tahu dan mengerti bagaimana menutilisasi fitur fitur tsb secara tepat dengan cara menyesuaikan cara mengemudinya.

Ecodriving sangat mudah mempelajarinnya akan tetapi sangat sulit untuk melakukanya, mengapa? Ini masalah perilaku, ketika anda memilikinya maka elemen-elemen dibawah ini akan tercapai dengan mudah;

  1. Penghematan konsumsi BBM,
  2. Pengurangan emisi gas buang
  3. Pengurangan polusi suara
  4. Menambah umur pakai part
  5. Pengurangan potensi resiko kecelakaan dengan perilaku tekhnik mengemudi resiko rendah
  6. Photobucket

5 KUNCI UTAMA ECODRIVING PADA PERJALANAN

  1. MEMINDAHKAN GIGI TRANSMISI SESEGERA MUNGKIN
  2. MENGGUNAKAN KECEPATAN CONSTANT
  3. GIGI TINGGI DAN RPM RENDAH
  4. ANTISIPASI ARUS LALU LINTAS
  5. LAKUKAN PERLAMBATAN DG HALUS

1. - MEMINDAHKAN GIGI TRANSMISI SESEGERA MUNGKIN
Pindahkan gigi sesegera mungkin! Pindahkan gigi sebelum jarum RPM mencapai angka 2500 untuk kendaraan berbahan Bensin dan LPG, RPM 2000 pada kendaraan dieseL.
Umur komponen – komponen kendaraan pada bagian yang menghasilkan tenaga akan mengalami penurunan akibat friksi internal. Penurunan umur semakin bertambah seiring kenaikan kecepatan putaran mesin. Dengan menggunakan putaran mesin yang rendah penurunan umur ini akan menjadi terbatas dan impactnya adalah konsumsi bahan bakarpun akan berkurang. Beban kerja yang berat pada mesin untuk menghasilkan tenaga akan menjadi pemborosan ketika seorang pengemudi tidak dapat menyesuaikannya dengan penggunaan gigi transmisi yang tepat, tenaga yang besar tidak menjadi maksimal ketika tersalurkan kepada roda-roda penggerak (drive wheels), seharusnya putaran mesin yang dihasilkan tidak terlalu banyak terhambat oleh gigi transmisi bersambung mulus ke roda-roda.

2.- MENGGUNAKAN KECEPATAN CONSTANT
Jaga agar selalu berada pada kecepatan konstan dengan cara menggunakan gigi transmisi tinggi. Ketika berakselerasi  energi dari BBM/LPG akan menggerakan kendaraan, ini akan terbuang ketika kita melakukan pengereman. Penomena ini akan terasa setelah anda melakukan pengereman tajam, piringan rem akan menjadi panas akibat transformasi perubahan energi putar menjadi energi panas, makanya perlakukan akselerasi – akselerasi dan pengereman dampaknya kepada konsumsi BBM yang konsumtif/boros.
Analogi nya begini kendaraan rata-rata akan memerlukan 5PK pada kecepatan konstan di 50Km/jam, lebih kurang 25PK pada kecepatan 120Km/jam (tenaga yang diperlukan semakin meningkat seiring dengan kecepatan kendaraan). Sisa tenaga yang ada pada mesin akan terpakai untuk akselerasi – akselerasi yang dilakukan si pengemudi. Oleh karena itu menjaga agar kecepatan tetap konstan akan membuat pemakaian tenaga dan BB menjadi terbatas. Jika memungkinkan pada kondisi jalan di toll gunakan cruise control ini sangat membatu mendapatkan kecepatan konstan. Keuntungan dengan menerapkan kecepatan konstan tidak saja terbatas pada peningkatan ekonomis atas konsumsi BBM, tetapi juga banyak hal positif lain yang dapat diperoleh; Emisi gas buang – keamanan – umur pakai komponen -  kelancaran lalu lintas dan kenyamanan.

3.- GIGI TINGGI DAN RPM RENDAH
Opini yang berpendapat pedal gas berhubungan dengan konsumsi BB tidak keseluruhannya benar pada mesin-mesin bensin. Pedal akselerator hanya mengopersikan katup throttle/kupu-kupu yang mempengaruhi kwantitas udara.  Pada dasarnya hanya mengakibatkan momen putar pada mesin, jumlah pemakaian BB dipengaruhi dari beban kerja mesin itu sendiri, semakin kecil reduksi dari moment tenaga yang dihasilkan oleh mesin semakin kecil pemakaian BB. Oleh karena itu tenaga yang dibutuhkan untuk mendapatkan kecepatan konstan jelas lebih kecil dibandingkan adanya akselerasi- akselerasi. Dengan demikian gigi tinggi dapat saja digunakan pada kecepatan rendah tanpa kahwatir adanya kerusakan (INGAT: range 2,500 – 2,800 RPM pada mesin bensin) dengan cara ini akan menghemat konsumsi BB tanpa merusak mesin, pasti dan selama perawatan terhadap mesin dilakukan sebagaimana mestinya.

4.- ANTISIPASI ARUS LALU LINTAS
Melihatlah sejauh mata memandang (Lihat – Mengerti sesuatu didepan), Antisipasi – Mengerti situasi sekeliling kendaraan anda. Dengan tekhnik mengemudi Crash Free Driving system modul 3 (Tekhnik Mengemudi Resiko Rendah) milik JDDC seorang pengemudi akan mudah mengantisipasi arus lalulintas disekelilingnya. Untuk untuk mendapatkan kecepatan konstan sangatlah penting untuk mengantisipasi situasi traffic di sekeliling dengan demikian pengemudi dapat mengurangi pengereman-pengereman dan akselerasi yang tidak perlu. Banyak situasi dapat diketahui (dilihat dan dimengerti) dari jauh sebelumnya dan memberikan kesempatan kepada si pengemudi untuk merencanakan tindakan apa yang harus dilakukannya, dengan demikian akselerasi dan pengereman yang tidak perlu dapat dengan mudah dihindarkan (lihat poin 2)

5.-LAKUKAN PERLAMBATAN DG HALUS
Saat melakukan perlambatan, lakukan lah dengan halus dan bertahap dengan gigi transmisi tetap masuk (tidak dengan netral).
Mobil-mobil yang dibuat diatas tahun 2000 umumnya dilengkapi dengan sistim injeksi elektronik yang memiliki fuel cut off , kemampuan memutuskan supply BB keruang mesin saat melakukan perlambatan mesin (Engine Brake). Keuntungannya, seorang pengemudi dapat mengangkat pedal gas setiap saat perlambatan tanpa terlalu banyak dibantu dengan pengreman pada roda-roda.
Pada kendaraan yang menggunakan karburator tanpa eletronik fuel cut off, akan sama konsumsinya saat engine braking dan saat mesin idling atau ketika deselerasi menggunakan gigi dan tidak menggunakan gigi (netral), akan tetapi mengangkat pedal gal secara halus dan menghindari pengereman tajam juga membuat kendaraan menjadi lebih ekonomis.
Photobucket
KIAT & TIPS ECO DRIVING LAINNYA.
MENGEMUDI DILINTASAN BERBUKIT
Mengemudi area perbukitan sangatlah penting melakukan manajemen kecepatan. Usahakan pergerakan kendaraan dengan menggunakan tenaga yang kecil. Ini dapat dimungkinkan jika putaran RPM dicapai dengan rendah, pertahankan agar kendaraan bergulir sedemikian rupa tanpa menggunakan RPM tinggi dan gigi rendah. RPM tinggi pada permukaan licin (off road) sering membuat traksi pada roda penggerak terlepas yang akhirnya kendaraan tidak mencapai permukaan yang lebih tinggi. Sering prinsip menggunakan RPM tinggi dan rendah menjadi suatu perdebatan, yang paling tepat coba lakukan. Pabrikan kendaraan membuat kendaraan dapat bergerak konstan dengan muatan penuh pada RPM 1,000.

MATIKAN MESIN SAAT BERHENTI SESAAT
Matikan mesin jika memungkinkan, semisal saat berhenti menunggu palang pintu di lintasan KA, di traffic light atau menunggu seseorang. Ketika mencoba menghidupkan jangan tekan pedal gas.

MOBIL-MOBIL MODERN
Konsumsi BB pada mesin mobil-mobil tsb.saat idle -/+ 1ltr per-jam bergantung dengan kapasitas dan kondisi mesin. Oleh karena itu jika mempunyai kesempatan idle lebih dari 1 menit sebaiknya matikan mesin sesaat. Jika dalam 1 hari kapitulasi masa idle kendaraan lebih dari 10 menit, sipengemudi selalu mematikan mesinnya maka ia sudah melakukan penghematan  1/6 ltr. Bilamana ratio jarak tempuh dan konsumsi kendaraan adalah 1:10 , maka penghematan tsb. akan sama dengan 1,6 Km jarak tempuh dan sama nilai Rp.866,- (asumsi Petramax Rp.5,200,-/ltr).
Pada saat itu untuk menghidupkan kembali, pengemudi diharapkan tidak menginjak pedal gas, mesin yang dilengkapi dengan injeksi (injection) memiliki manajemen tersendiri untuk menyikapi situasi re-start tsb.. Menekan pedal gas akan membingunglan system nya yang mana akan membuat kesulitan pada re-start tsb, selain akan meningkatkan konsumsi BB dan emisi gas buang.

MOBIL LAMA
Umumnya pada mobil-mobil buatan sebelum tahun 2000, pada kondisi mesin panas pengemudi kadangkala harus menginjak pedal gas sedikit saat re-start. Ini akan mengkonsumsi BB, disarankan akan bijaksana pengemudi mematikan mesin ketika berhenti lebih dari 1-2 menit.

MENIKUNG
Menikung dengan ecodriving dapat dicapai melalui beberapa faktor; Kecepatan – Arah Lintasan – Latihan. Pandangan jauh kedepan lakukan perlambatan sehalus mungkin, jika aman tanpa menggunakan pedal rem gunakan TITO (melebar-mengecil-melebar) dengan demikian faktor reduksi rotasi roda kecil. Secara umum ini dapat dikatakan pengemudi harus dapat mengantisipasi kondisi area tikungan tsb. dengan pasti dan aman. Cara mengemudi dengan kecepatan tinggi, mengerem tajam dan meningkung tajam selanjutnya berakselarasi dengan cepat (gaya racing) tidak saja akan meningkatkan pemakaian BB tetapi juga memperpendek umur komponen kendaraan; Ban dan beban kerja pada axle salah-salah mobil bisa terbalik?

BOBOT

Salah satu faktor ecodriving adalah berusaha menjaga muatan kendaraan agar tidak overweight. Semakin ringan muatan semakin ringan beban kerja dari mesin, mengeluarkan peralatan Golf, barang-barang yang tidak penting, tidak menambah muatan bagasi dengan alat – alat audio (extra sound system), peralatan ekstra kunci mobil atau melepas trunk tambahan (box diatas roof rack) adalah cara-cara yang harus dilakukan.

FAKTOR AERODINAMIK
Proses manufaktur sebuah mobil salah satunya adalah test aerodinamik yang dilakukan melalui sebuah terowongan angin, semakin kecil hambatan angin yg diperoleh oleh sebuah mobil salah satunya akan mempengaruhi konsumsi BB kendaraan tsb. Pemakaian ban dengan permukaan lebar – penempatan rak diatas kendaraan/atau membawa barang diluar kendaraan – membuka kaca pintu pada saat kecepatan tinggi akan mempengaruhi konsumsi BB.

TEKANAN ANGIN BAN
Periksa tekanan angin setidaknya 2 minggu sekali. Pastikan ukuran angin ban sesuai sebagaiman rekomendasi pabrik ban tsb. Pada prinpsipnya hambatan friksi permukaan ban dan permukaan jalan tidak terlalu besar, tekanan angin yang kurang 25% dari ukuran normal akan meningkatkan traksi roda sekitar 10% dan peningkatan konsumsi BB sebesar 2%. Tekanan angin yang berlebih akan membuat efek negatif; Traksi roda akan berkurang pada kecepatan tinggi – jarak pengereman semakin panjang – durability komponen kaki – kaki kendaraan akan menjadi lebih singkat. Pemeriksaan tekanan angin harus dilakukan dalam keadaan ban dingin atau dapat dilakukan paling jauh kurang dari 3 km jarak tempuh.

PEMELIHARAAN KENDARAAN
Periksalah kendaraan anda secara berkala, filter olie & BB harus diganti sesuai buku manual masing-masing kendraan, air accu tidak dalam kondisi kurang. Mesin yang tepat waktu di tune up memberikan emisi gas buang. Accu yang lemah akan membuat anda harus berulang dalam melakukan starter. Kondisi ini selain mengkonsumsi BB juga meningkatkan emisi gas buang.

Published for : CHEVY Magazine

Sumber gambar : google -> eco driving

Tags:

Mabuk Kendaraan

Posted by admin on March 6, 2009 | No comments

vomit

ADAKAH diantara kamu yang merasakan mual saat berkendaraan? Biasanya saat naik kapal laut, atau pada saat naik kereta api, juga bus. Kenapa koq kamu selalu ingin muntah saat berkendaraan, tapi pernahkah kamu merasakan hal seperti itu saat naik sepeda motor, atau bahkan saat jalan kaki? Dan bagaimana cara mengatasi supaya kamu tidak merasa mual, apalagi ingin muntah?

Situasi ini disebut “mabuk kendaraan”, orang kadang menyebutnya mabuk laut, mabuk udara, sea sickness, travel sickness, airsickness , tapi kesemuanya adalah terjadi pada saat kamu berada di “dalam” kendaraan.

Kamu sudah pernah baca tentang organ “keseimbangan” tubuh kan? (baca disini ). Telinga memiliki bagian yang terus memantau gerakan tubuh sehingga selalu “stabil”. Nah pada saat kamu berkendaraan (apalagi jika ruangannya tertutup) maka gerakan yang timbul saat kendaraan ini bergerak akan “direkam” oleh cairan pada organ di telinga ini yang selanjutnya memberi tahu tubuh bahwa kamu sedang “bergerak”.

Namun, mata kamu tidak “merekam” pergerakan tersebut (karena kamu sedang membaca, atau memang tidak ada “jendela” yang menunjukkan bahwa kendaraan yang kamu naiki sedang bergerak). Akibatnya terjadi “perbedaan” informasi yang diterima oleh tubuh kamu,yang satu berasal dari organ telinga kamu yang bilang bahwa kamu bergerak, sementara informasi dari mata kamu mengatakan sebaliknya : tidak ada pergerakan.

Pesan yang tidak “sinkron” ini kemudian direspon oleh otak dengan “membanjiri” tubuh kamu dengan “hormon stress” yang mengakibatkan kamu menjadi gelisah, keluar keringat dingin, dan perut mual. Singkat kata, kamu sedang menderita “mabuk kendaraan”

Nah apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi “mabuk kendaraan” ini? Yang bisa kamu lakukan adalah :

  • Selama di dalam kendaraan (bis, mobil, atau kapal laut) cobalah sebisa mungkin melihat keluar jendela, amati bagaimana jalan, pepohonan, tiang listrik, semuanya melaju, menandakan kamu memang sedang “bergerak” sehingga informsai dari organ telinga kamu akan sama dengan informasi dari mata kamu.
  • Jangan biarkan perut kamu kosong pada saat bepergian, karena akan mempercepat kamu menjadi mual (apalagi dalam jangak waktu lama), tapi jangan pula terlalu kenyang, guncangan dalam berkendaraan justru akan memancing isi perut kamu yang penuh itu untuk keluar.
  • Minum obat anti mual sebenarnya hanya membuat kamu tertidur (kamu boleh memilih untuk tidur sepanjang perjalanan, atau menikmati perjalanan kamu)
  • Duduklah di depan , samping supir, atau jika kamu naik kapal laut, berjalan-jalan lah ke geladak kapal supaya kamu bisa melihat- kapal kamu sedang melaju
  • Gunakan gelang anti mabuk disebut juga sea-sickness band, yang berupa gelang untuk menekan sebuah “titik” pada pergelangan tangan kamu yang dipercaya bisa mengurangi mual.

Oh ya semakin sering kamu melakukan perjalanan, biasanya tubuh kamu akan “terbiasa”, dan biasanya mabuk kendaraan kamu akan berkurang. Jangan salah, para astronot yang berada di pesawat luar angkasa pun masih kerap merasakan mabuk perjalanan ini.

Tapi bagi kamu yang memang “doyan” mabuk kendaraan, sebaiknya bekali diri kamu dengan kantong plastik deh, supaya muntah kamu tidak berceceran kan? Hiyyy.***

(dari berbagai sumber)

Tags:

Powered by Wordpress and Stripes Theme Entries (RSS) | Comments (RSS)