Posted by
admin on June 2, 2010 |
No comments
diambil dari testimonial produk by blogger
Pasar domestik memang belum banyak mengenal Cargloss, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Setidaknya itu sepenglihatan saya tentang penampakan helm ber merk Cargloss di tengah lalu lintas ibukota. Merk yang sudah lebih dulu mapan di industri cat kini bermain di sektor perlengkapan berkendara, khususnya helm (http://cargloss.co.id/).


Kali ini saya berkesempatan mencicipi helm seri Devil. Helm tipe open face seri Devil dengan warna hitam-putih secara kasat mata tampil elegan dan berkelas. Grafis Harley-Davidson dengan tulisan kecil di kanan-kiri bawah kuping helm serta logo khas H-D tampak manis di bagian atas-depan helm. Banderolnya pun terbilang cukup tinggi, yaitu Rp. 550.000.
Visor menganut tipe ’smoke’, kaca hitam yang bertugas menyaring cahaya agar tidak tampak menyakiti mata ketika dipakai di siang hari. Sistem pengikat menggunakan sistem D-Ring yang diyakini mampu menjaga kepala dengan ikatan/kuncian yang lebih maksimal.
Tipe open face adalah tipe minimum yang harus dipenuhi bikers ketika berkendara, sedang tipe full face adalah tipe yang paling aman karena melindungi secara maksimal. Roadtest saya lakukan sembari melakukan perjalanan dalam kota (city ride) dan sedikit lintas kota (lintas provinsi). Berbanggalah saya karena grafis yang saya pakai saat ini tidak ada di pasaran dan produksinya melalui pemesanan khusus dengan desain grafis yang khusus pula.
DESAIN
Tampil elegan dengan kualitas cat hitam-putih yang berkelas. Ventilasi ada di bagian atas. Sementara rel visor tampak halus saat melakukan buka-tutup visor. Ukuran M ini dilengkapi kaca ber bahan polycarbonate dengan desain telinga luar yang juga tampak apik. Busa terasa pas menempel di kepala. Berat helm pun terbilang sangat ringan plus SNI certified.


VISOR
Warna smoke-nya sukses melindungi mata dari terpaan sinar matahari saat berkendara. Saat siang penampakan ke luar tampak bersih dan ber nuansa mendung yang sejuk. Saat malam pun ternyata juga memiliki kadar kualitas penglihatan yang sama. Mata tetap bisa dengan jelas dan jernih melihat keadaan luar saat bergerak berkendara. Tidak ada efek gelap berlebihan. Warna cahaya di luar saat malam tertangkap baik dan jelas.
Secara umum helm seri Devil, open face dari Cargloss ini tampil sangat baik. Kualitas nya mampu menggoyang kualitas pasar helm open face domestik. Yang kurang adalah distribusi nya dimana konsumen secara langsung belum banyak merasakan kehadirannya. Dengan rentang harga tinggi sebenarnya kualitas ini sudah setara helm open face level impor. Sementara untuk low-entry nya Cargloss sendiri sudah menaruh rentang harga terendah mulai dari 150.000 dengan tipe/seri yang berbeda.
Pemasaran Cargloss sendiri saat ini banyak melalui sistem pameran otomotif atau gerai tunggal di ITC Permata Hijau. Sementara produksi lainnya tetap menyelinap pada produksi helm-helm standar ATPM. PR besar pihak penjualan Cargloss untuk dapat benar-benar meramaikan industri helm domestik dengan kualitas tinggi.
Helm ini saya berikan nilai 10 poin. Sempurna untuk sebuah city riding.







Tags: Knowledge, Product Review, Ride Safe
Posted by
admin on December 21, 2009 |
No comments
Salah satu perangkat pendongkrak gaya dalam berkendara salah satunya adalah JAKET. Jaket berfungsi sebagai pelindung badan mulai dari leher, lengan hingga dada. Tentunya dengan pemilihan bahan yang tepat sesuai dengan kondisi luar ruang saat berkendara dapat menjadikan perjalanan lebih nyaman. Jaket juga menjadi media pertama yang bergesekan dengan benda asing sebelum mengenai bagian tubuh pengendara.
Salah satu pilihan yang cukup bisa diandalkan disediakan oleh produk ber label AHRS. Yang termasuk dalam jajaran lemari koleksi jaket AHRS adalah yang ber label AHRS AIR TECH SYSTEM.
Warna
Tersedia warna merah-hitam serta hitam yang dapat menjadi pilihan bikers. Dari sisi ’safety’ warna terang lebih baik ketimbang gelap. Ini semata-mata untuk menarik mata pengguna jalan lain agar lebih ‘aware’ dengan posisi bikers saat berkendara.
Desain
Tersedia protektor pada siku dan bahu. Berfungsi sebagai peredam jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bikers saat berkendara, semisal jatuh. Protektor ini dapat di bongkar pasang semisal bikers ingin mencuci jaketnya setelah lama dipakai.
Sistem ikat menggunakan ‘velcro’ di bagian leher dan pinggang serta retsleting standar. Kantong berjumlah empat masing-masing dua di dada kanan-kiri serta dua di bawah kanan-kiri. Retsleting di bagian punggung dengan kantung tampaknya di sediakan jika bikers memiliki ‘hydropack’ atau kantung air minum yang bisa ditambah selang minum yang tersambung ke helm.
Pemakaian
Setelah melalui serangkaian ‘roadtest’ jaket ini sangat baik digunakan untuk harian. Dengan proteksi di bagian siku dan bahu plus bahan yang tidak panas desain ini tampak ramah dengan bikers dalam kota yang ingin tampil gaya bernuansa ’safety’. Pada lengan menggunakan desain ber-pori sehingga panas dapat hilang dengan cepat.
Perlu di ketahui pula bahwa jaket ini tidak tahan air (tidak waterproof) jadi tetap bikers harus menyertakan jas hujan jika hujan turun di tengah perjalanan. Begitu pula dengan lama perjalanan dan situasi lalu lintas. Jaket ini sedikit tidak cocok untuk perjalanan jauh dan lapang seperti turing. Sistem pori-pori nya bisa memberi efek dingin saat lalu lintas jauh dari kata macet. Untuk bikers yang gemar turing ada baiknya memilih jaket turing lain yang dikeluarkan oleh AHRS.
Jaket ini lebih mumpuni dan menang untuk pemakaian harian, kelebihannya jelas pada bahan yang cukup nyaman, tidak panas serta sudah dilengkapi protektor. Harganya pun tidak lebih dari 400 ribu dan mudah dijumpai di toko-toko aksesoris ternama plus tersedia di gerai resmi AHRS di bilangan Depok. Mudah bukan untuk tampi gaya di lalu lintas Jakarta ?












*Atas nama independensi, produk yang di review di beli langsung dari pasaran dan bukan atas dukungan produk yang tengah di review*
Tags: Product Review
Posted by
admin on December 8, 2009 |
No comments
Salah satu perangkat wajib pengendara roda dua saat musim hujan tak lain adalah sebuah RAINCOAT atau Jas Hujan. Idealnya perangkat ini tersimpan rapi dalam bagasi sepeda motor agar dapat dikenakan sewaktu-waktu jika hujan datang.

Di tengah banyaknya varian jas hujan dengan berbagai tingkatan kehandalannya, salah satu yang bisa dimiliki adalah jas hujan keluaran Cartenz ( http://www.store.cartenzadventure.com/Jaket-Cartenz.html ) .
Salah satu gerai Cartenz yang dapat disambangi adalah gerai yang berada di Jl. Dr Satrio di bilangan Kuningan. Gerai nya terbilang cukup lengkap dengan penempatan produk-produk ‘outdoor’ berkualitas yang menempati dua lantai.
Bicara jas hujan tentunya banyak pilihannya. Mulai dari yang murah yang dapat dibeli di pinggir jalan hingga yang jutaan yang tentunya harus menyambangi gerai-gerai brand terkemuka di mal-mal. Produk Cartenz cukup dekat dengan kantong sebagian besar pengendara roda dua yang mencari kenyamanan dalam memiliki jas hujan. Meski ide awal pemakaiannya untuk penggunaan aktifitas luar ruang seperti mendaki gunung ternyata pemakaian pada saat ‘riding’ di tengah hujan pun cukup bisa diandalkan.
Melalui serangkaian roadtest dengan jarak tempuh cukup panjang (+/- 30 km-an), jas hujan ini mampu melindungi pengendara dari curah hujan yang deras. Curah hujan deras yang tumpah ke jaket lalu terlihat berbentuk butiran mampu disapu oleh bahan handal jas hujan Cartenz. Baju dan celana yang dikenakan di dalam tampak tetap kering.
Dalam pengembangannya semoga pihak Cartenz dapat menyediakan lebih banyak warna diluar warna ‘eksisting’ abu-abu dan hitam. Warna-warna cerah seperti merah, orange atau kuning setidaknya bisa membuat pengendara motor yang mengenakan jas hujan lebih mudah terlihat saat bergerak di jalan raya. Penempatan ’scotlite’ pada punggung juga sudah cukup manis untuk membuat jas hujan ini lebih stylish. Sebuah modifikasi gaya yang mungkin bisa dicoba oleh tim R & D nya Cartenz.
Satu paket atas-bawah berwarna abu-abu ini bisa ditebus dengan harga berkisar di angka 300 ribu-an. Cukup bersahabat bukan. Patut dicoba. Patut dimiliki.
*Atas nama independensi, produk yang di review di beli langsung dari pasaran dan bukan atas dukungan produk yang tengah di review*











Tags: Product Review
Posted by
admin on August 5, 2009 |
One comment

Bagi rider yang ingin mencari alternatif sepatu ‘bikers’ kini tersedia satu alternatif lagi. Tidak ada nama besar di cap sepatunya namun cukup pantas menyandang sepatu yang pas buat naik motor. Ala sepatu ’safety’ yang lain, sepatu ini memiliki desain boot yang tinggi, melebihi mata kaki. Desainnya juga terlihat kokoh. Pengikatnya menganut sistem velcro dan retsleting, di dalamnya ditambah semacam lapisan perlak yang kedap air.
Sepatu produksi kota Garut ini di banderol dengan harga rp.270.000,-. Saat ini memang belum banyak tersedia di toko-toko aksesoris atau apparrel roda dua. Namun ketersediaan stok bisa mengandalkan person-to-person yang menjual barang ini secara gerilya di lintas komunitas/klub roda dua.

Sepatu ini cocok baik dipakai harian maupun perjalanan jauh (touring). Sepatu ‘memegang’ kaki dengan nyaman dan sol sepatu juga ber motif layaknya sepatu ’safety’ yang tidak licin saat digunakan. Nilai lebih nya ada di sistem pengikat tadi yang sepertinya dapat mencegah air masuk. Hingga saat ini memang belum dilakukan tes saat hujan karena hujan memang belum lagi turun. Satu banderol yang ditemukan dalam alas sepatu hanyalah tulisan/merk ‘YUTIES’. Sepertinya nama tidak begitu penting -meski namanya genit- sejauh sepatu ini memenuhi kriteria sepatu ’safety’ yang aman dan nyaman di gunakan saat berkendara.
Tags: Product Review
Posted by
admin on March 17, 2009 |
No comments
Sepatu adalah salah satu media pelindung pengendara motor, sepatu melindungi kaki dari panas atau dingin, dan juga mengurangi luka jika terjadi gesekan. Di pasaran banyak sekali pilihan sepatu yang tentunya harus di siasati dengan kondisi jalan yang ada. Tipikal sepatu pengendara motor haruslah bisa melindungi hingga mata kaki, berbahan tebal, dan akan lebih ideal jika dilengkapi dengan pelindung di ujung kaki berupa besi agar di jalan makin aman. Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu objek bahaya adalah potensi terinjaknya kaki dari pengendara lain atau mungkin kendaraan lain.
Salah satu merk yang tengah menyusupi pasar adalah sepatu untuk naik motor ber label RVR Rescape ( KLIK DISINI UNTUK WEBSITE RVR RESCAPE ). Berikut review sederhananya.

TAMPILAN
Tampilannya terbilang baru dengan melancip dengan sistem ikat ritsleting dan buckle ala ikat pinggang. Warna yang tersedia sejauh ini masih hitam. Menurut sumber yang bisa dipercaya kabarnya RVR ini nantinya akan keluar versi yang lebih murah dengan material yang lebih menyerupai produk Tomkins (Safety Shoes) dengan rentang harga dibawah 300 ribu.
HARGA
Masih ada di kisaran 350 ribu tentunya ini bisa menjadi pilihan yang ideal. Meski di rentang yang sama hingga 400 ribu pengendara juga bisa mendapatkan sepatu merk Krisbow versi pendek.
UKURAN
Rentang ukuran ada di 40 s.d 44. Pastikan sebelum membeli sudah melakukan ‘fitting’ ke kaki. Biasanya pada merk satu dengan merk yang lain berbeda ukuran meski tidak jauh.
KELEMAHAN
Meski dari sisi tampilan terbilang mantap sebenarnya produk RVR Rescape ini memiliki kelemahan pada sisi pengikat. Buckle nya tidak mengunci rapat pergelangan dengan baik. Ini bisa tertutupi dengan fungsi ritsleting di bagian mata kaki bagian dalam. Pekerjaan rumah buat produsen untuk re-design sistem pengikat di produk yang satu ini.
Sebagai pilihan tentunya kemunculan RVR jadi barang bagus. So coba hunting ke penyedia apparel berkendara terdekat dan pastikan kita dibekali ’safety riding gear’ yang layak saat berkendara.
POINT REVIEW 1 - 10 –> 7
*pictures owned by RVR website*
Tags: Product Review