Posted by
admin on August 24, 2010 |
No comments

Aroma harum teh Sariwangi begitu tercium saat JDDC Crash Free Int’l hadir di sesi teori pelatihan Crash Free Riding untuk PT Unilever, kali ini peserta di dominasi oleh karyawan pengguna sepeda motor yang di kesehariannya berkutat di produksi teh kemasan instan Sariwangi. Mulai dari line up produksi hingga staf yang berada di balik meja. Ruang pelatihan mengambil tempat di lantai 2 pabrik sedangkan mesin produksi teh Sariwangi nya sendiri ada di lantai dasar. Sesi 2 hari pelatihan lengkap dilakukan pada 9-10 Agustus 2010 dengan membawa komposisi 2 instruktur di sesi teori serta 7 instruktur di sesi praktek.

» Read the full post
Tags: About Us, Helmet, Kompetisi, Ride Like a Master, Ride Safe, Safety Riding, Safety Riding Course
Posted by
admin on August 19, 2010 |
No comments

Menyuarakan nada yang sama dalam pesan keselamatan menjadi amat penting bagi pembaca, media dan narasumber nya. Atas dasar inilah hadir para jurnalis MOTOBIKE hadir dalam 3 hari pelatihan “Crash Free Riding” dari JDDC Crash Free Int’l. Sebagaimana di ketahui bahwa Motobike hadir sebagai media yang menitikberatkan tulisan dari dunia otomotif roda dua, baik modifikasi hingga gaya hidup. Edisi pertama Motobike sendiri hadir pada Oktober 2008 dengan cover bernuansa apik Yamaha R1.
» Read the full post
Tags: Motobike, Ride Like a Master, Ride Safe, Safety Riding Course, SHARE THE ROAD
Posted by
admin on July 6, 2010 |
No comments

Sebuah pelatihan menjadi sangat berarti ketika si peserta benar-benar mengaplikasikan semua hal yang dia pelajari. Adalah bro Ariyanto, salah satu peserta program refresh motor JDDC, yang sudah mendapatkan hasil berharga dari pelatihan yang dia ikuti. Program ‘refresh’ sendiri adalah program lanjutan bagi peserta yang pada dua tahun sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan yang sama. Yang membedakan hanyalah durasi waktu belajar dan tetap melakukan uji “Commentary Riding”.
» Read the full post
Tags: Ride Safe, Safety Riding Course, SHARE THE ROAD
Posted by
admin on June 24, 2010 |
2 comments

Minggu pagi yang cerah (20/6), meski datang dari wilayah yang cukup jauh -Sukabumi, Bogor, Cibinong- peserta pelatihan “Crash Free Riding” mengakhiri hari dengan senyum ceria, meski tetap tersisip kepenatan. JDDC Crash Free Int’l hari itu kelar menyelesaikan batch ke 11 bagi peserta yang datang dari PT. Unilever Jawa Barat. Dengan total 45 peserta, pelatihan berjalan dengan sistem reguler yang dilakukan oleh JDDC yaitu sesi praktek meliputi sesi lapangan (closed track) dan sesi di jalan (commentary riding).
Tingginya jam perjalanan yang dilakukan oleh karyawan lapangan Unilever membuat perusahaan yang bekerja di bidang Consumer Goods ini memberikan banyak pembekalan seputar aman berkendara. » Read the full post
Tags: Ride Like a Master, Safety Riding Course
Posted by
admin on April 21, 2010 |
6 comments
Tentunya selalu ada yang spesial pada tanggal 21 April, apa lagi jika bukan HARI KARTINI. RA Kartini sendiri adalah sosok pahlawan nasional yang memperjuangkan kesetaraan gender bagi kaum wanita. Beliau lahir pada 21 April 1879 dan wafat pada 17 Sepember 1904. Beliau hingga kini juga dikenal sebagai sosok serta pelopor kebangkitan bagi perempuan pribumi pada jamannya. Hingga pada akhirnya Presiden Soekarno menetapkan 21 April sebagai hari peringatan dan hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Penetapannya sendiri dilakukan pada 2 Mei 1964 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia no.108 tahun 1964.


Dari penjelasan singkat di atas kini jelas bahwa sosok RA Kartini adalah sosok penting di dunia kewanitaan. Bagaimana kondisinya pada masa sekarang ? Tentunya mimpi-mimpi beliau bisa dikatakan sudah terwujud dimana para sosok wanita telah diberi porsi lebih dalam menikmati kekuatan kehidupannya.
Jika dihubungkan dengan fenomena lalu lintas di Indonesia, perlahan para pengendara wanita -dikenal dengan sebutan lady bikers atau foxy lady- sudah menjadi fenomena menarik yang patut dicermati. Lahirnya moda transmisi berjenis otomatis yang ditujukan buat kaum hawa semakin nyata mampu memunculkan sosok-sosok feminim di jalan raya.
Bagaimana dengan tindak tanduk mereka di jalan ? Mayoritas suara mengarah pada opini bahwa pengendara wanita adalah sosok yang sulit di prediksi pergerakannya. Terlihat pada penempatan kendaraannya di tengah lalu lintas, pergerakan tiba-tiba, posisi berkendara yang tidak biasa hingga kritik soal busana yang dikenakan saat berkendara. Tentu saja tidak semua seperti itu. Sudah ada yang trampil dalam meliuk-liuk dengan sepeda motornya, pergerakan dinamis dan elegan hingga tampil macho ala pria untuk mengurangi tingkat resiko kejahatan di jalan raya.
Pada pelatihan yang digelar JDDC Crash Free Int’l pun kini peserta sudah disusupi sosok-sosok feminim yang ingin mengambil peran dalam pelatihan mengemudi aman, trampil dan benar. Pada pelatihan “Crash Free Riding” 17-18 April 2010 tak kurang dari 10 peserta wanita turut ikut serta. Mereka datang dari para staf UNILEVER yang bertugas sebagai SBA (Sahabat Belanja Anda - dulu dikenal sebagai SPT / Sales Push Team). Di kesehariannya mereka tentunya menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan operasional. Kontrol penjualan produk dari toko ke toko serta mengatur display barang adalah salah satu kegiatan mereka setiap hari.
Dari pengalaman mereka berkendara hadir nama Heriyanti, sosok wanita manis mungil ini lantas bercerita soal pengalaman kecelakaannya di jalan raya. Bersama rekan SBA nya Devi Mayasari, Yanti -begitu dia ingin dipanggil- mengalami cedera cukup parah di tangannya ketika harus bertabrakan di sebuah persimpangan di salah satu sudut kota Bekasi. Lampu hijau yang perlahan berganti kuning dan merah bersamaan dengan pnghitung mundur justru di antisipasi dengan memutar kecepatan lebih tinggi. Keputusan yang berbuah fatal karena pada jalur lainnya hadir sepeda motor lain yang juga tengah melaju. Tampak Yanti bicara antara geli dan sadar diri akan kesalahannya ketika cerita ini terus keluar dari mulut nya. Atas dasar pengalamannya inilah tampaknya sis Yanti mau bebenah diri dalam menyikapi keadaan lalu lintas di sekitarnya. Keputusan paling bijak dan paling aman adalah selalu mengurangi kecepatan di setiap persimpangan setelah sebelumnya memeriksa keadaan lewat spion dan pantauan menyeluruh ke semua sisi arah jalan.
Selain Yanti tentunya banyak yang bisa diambil ceritanya dari para peserta pelatihan JDDC Sabtu-Minggu kemarin. Disinilah sesi praktek menjadi tempat mereka mendapatkan referensi baru tentang operasional kendaraan serta bagaimana mengimplementasikan cara berkendara dengan resiko rendah (Low Risk Riding Habits).

Di akhir pelatihan dimana kelas terbagi dua -Supermoto dan Superbike-. Dari kelas Supermoto memunculkan nama Fitri Kusumawati sebagai ‘champion’. Dengan logat Jawa nya yang khas Fitri tampak bersemangat menyampaikan pesan dan terima kasih saat mendapatkan satu buah helm Full Face dan t-shirt JDDC sebagai bentuk apresiasi juara pelatihan saat itu. Fitri sendiri menemani nama Agus Chaeroni yang terpilih sebagai ‘champion’ dari kelas Superbike. Sosok juara ini pun akan menjadi semacam barometer bagi rekan-rekan lain sesama staf Unilever yang mengikuti pelatihan di hari yang sama. Sosok wanita ternyata juga tidak kalah dengan pria. Selamat Hari Kartini untuk para pengendara wanita.



Tags: Foxy Lady, Ride Like a Master, Safety Riding Course